ADD di Halsel Diduga Ada Pemangkasan

158
18240
Ilustrasi

KantorBerita.id, Maluku Utara – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pemerintah Daerah, Kabupaten Halmaera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga melakukan pemotongan alokasi Anggara Dana Desa (ADD) senilai Rp 10 juta.

Pemotongan dilakukan di semua desa yang ada di Halsel tanpa ada kejelasan dari pihak DPMD. “Desa besar itu naik Rp 12 juta lebih, sementara desa-desa kecil di pangkas Rp 12 juta lebih tanpa ada kejelasan, “kata salah satu Kepala Desa di Kecamatan Joronga,  meminta namanya tidak sebutkan.

Menurutnya, untuk Desa Bahu Kecamatan Mandioli Selatan, total anggaranya Rp 245 juta naik Rp 13 juta lebih, sementara yang dipimpinnya dari total Rp 260 juta lebih, turun menjadi Rp 250 juta lebih, sehingga pemotongan Rp 12 juta lebih. “berlaku di semua desa yang ada di Halsel,” katanya.

Ia menjelaskan, pihanya tidak mengetahui pasti potongan seperti apa, karena saat menerima pagu sudah terpotong.

Terpisah, Kepala DPMD Halsel, Bustamin Soleman, saat diwawancarai membantah adanya pemotongan ADD. ” Pemotongan 5 rupiah pun tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Jika ada pemotongan lanjut Bustamin, itu diluar tanggungjawabnya sebagai Kepala Dinas.” Saya takut masuk penjara,” cetusnya.

Bahkan kata dia, pihaknya saat ini membuat edaran untuk semua staf DPMD. “Saya pastikan tidak ada, baik DPMD maupun Keuangan,” imbuhnya.(raf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here