Beda Kandidat, Bupati dan Wabup Halsel Head to Head

246
220714
Bupati Halsel, Bahrain Kasuba

KantorBerita.id, Maluku Utara – Suhu politik di Halmahera Selatan yang meningkat dalam Pemilihan Gubernur kali ini dipastikan merambah hingga ke birokrasi. Hal ini menyusul pecahnya kongsi Bupati Bahrain Kasuba dan Wakil Bupati Iswan Hasjim dalam mengusung jagoan Pilgub Maluku Utara. Bahrain bertahan mendukung sang paman Abdul Gani Kasuba (AGK), sementara Iswan setia bersama Muhammad Kasuba (MK).

Saat diwawancarai, Senin (19/2/2018), Iswan mengaku dukungannya kepada MK tak lepas dari politik balas jasa. Ia tak dapat memungkiri besarnya peran mantan Bupati Halsel dua periode itu dalam perjalanan kariernya. Selama masa kepemimpinan MK di Halsel, Iswan memang selalu menjabat sebagai pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

“Bayangkan saja, tujuh tahun saya berkarier di birokrasi, hingga menjadi wakil bupati, semua tak lepas dari peran MK,” ungkapnya di ruang kerjanya.

Iswan tampaknya tak main-main dengan pilihannya. Kader Partai Hanura itu bahkan nekat membelot dari keputusan partainya. Hanura, yang saat ini terdiri atas dua versi, masing-masing mendukung kandidat berbeda. Versi Daryatmo mendukung Abdul Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA), sedangkan versi Oesman Sapta Odang mengusung Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (Bur-Jadi). “Secara pribadi, maupun selaku wabup, saya tetap akan memenangkan MK-Madjid Husen,” tegasnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Halsel ini juga menyatakan akan menjadi juru kampanye saat MK-Maju berkampanye di Halsel nanti. Tak hanya itu, Iswan berjanji bakal memenangkan MK-Maju di beberapa titik di Halsel, Ternate, Tidore Kepulauan, dan Halmahera Barat. “Di Halsel ini pada Pilgub semua mengarah ke AGK. Jadi biarlah saya tetap di MK sebagai wujud balas jasa,” katanya.

Iswan menjamin, perbedaan pandangan politiknya dengan Bupati Bahrain tak akan berimbas apapun pada situasi birokrasi Halsel. Ia memandang perbedaan tersebut secara profesional, sebagai politisi. “Jadi birokrasi tetap solid,” ujarnya.

Nyatanya, politik balas jasa Iswan itu mendapat cibiran Bahrain. Ponakan AGK dan MK tersebut menegaskan, dalam adat Tobelo-Galela (Togale) darimana klan Kasuba berasal, orang yang tua lah yang selalu didahulukan. Itu berarti, AGK selaku kakak harus diutamakan dibanding MK.

“Wabup bicara soal jasa bagaimana? Sedangkan saya yang satu darah dengan MK saja tidak bilang apa-apa. Sebab dalam adat Togale tetap dahulukan yang tua,” ujarnya.

Tak hanya mencibir ide Iswan soal politik, Bahrain juga menyarankan wakilnya itu untuk pindah haluan mengikuti pilihannya. Berbeda dengan keyakinan Iswan, kader PKS tersebut justru berpendapat perbedaan itu akan mempengaruhi kepemimpinan keduanya.

“Perbedaan ini akan memunculkan persepsi lain di publik dalam memimpin Halsel. Karena itu, harusnya dukungan Wabup sama dengan dukungan Bupati,” tegasnya.

Dukungan terhadap AGK itu juga membuat Bahrain harus membelot dari usungan partainya. PKS mengusung MK-Maju pasca mencabut dukungan resminya ke AGK beberapa waktu lalu. “Tapi saya bukan pengurus PKS di Halsel, jadi tidak ada beban dukung AGK,” tandas Bahrain. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here