KantorBerita.id, Maluku Utara – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus memburu Bupati Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Rudy Erawan, pasca ditetapkan sebagai tersangka suap proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2016 silam, kini tim penyidik KPK mendatangi Kantor Bupati Haltim, Senin (05/02/2018), melakukan penggeledahan.

Kedatangan tim penyidik KPK dikawal ketat anggota Brimob untuk mencari bukti dokumen lainnya guna melengkapi bukti-bukti yang telah dikantongi KPK. Informasi yang dihimpun KantorBerita.id, tim penyidik KPK selian menggeledah kantor Bupati Haltim, KPK juga dikabarkan menggeladah kediaman Bupati Haltim.

Tim Penyidik KPK saat Menggeledah kantor Bupati Halmahera Timur
Tim Penyidik KPK saat Menggeledah kantor Bupati Halmahera Timur

Sebelumnya, penyidik KPK menetapkan Rudy Erawan sebagai tersangka setelah KPK melakukan pengembangan penyidikan kasus tersebut yang melibatkan Kepala Balai PUPR wilayah Maluku-Maluku Utara. Dalam kasus ini sesuai salinan putusan Pengadilan Negeri Jakarta bernomor : 129/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Jkt.Pst, yang memvonis Amran Mustary terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Sekedar diketahui, dalam putusan tersebut juga menyebutkan sejumlah nama kontraktor besar di Maluku Utara ikut terseret, diantaranya Budi lem, Jhony Laos, Hamito Payapo, Qurays Lufi dan Tony laos. (tim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here