Calon Independen Pilgub Malut Ramai-Ramai Gugur

42
206793
Salah satu pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara jalur independen yang dinyatakan gugur.

KantorBerita.id, Maluku Utara – Harapan tiga paket bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara (Malut) tahun 2018, jalur independen terpaksa harus kandas. Hasil verikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut yang disampaikan secara terbuka di kantor KPU Malut, Selasa (28/11/2017) dinyatakan ramai-ramai gugur.

Pasalnya, ketiga bakal calon yakni  Imam Siswanto-Anton Piga, Suryati Armaiyn- M Natsir Thaib, (Suryati-Manthab), Yamin Tawari-Basri Amal (Yamin-Beramal), tidak mampuh melengkapi berkas sesuai syarat dukungan minimal 85.771 KTP tersebar minimal 6 Kabupaten Kota dari 10 Kabupaten/Kota di provinsi Malut, disertai dengan surat pernyataan dukungan dari masing-masing pemilik KTP.

Pasangan Imam Siswanto dan Anton Piga berdasarkan total dukungan model B1 KWK sebanyak 440 e KTP tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Soft copy model B1 KWK yang sudah terinput 87 ribu orang tersebar di 9 Kabupaten Kota.

Untuk paslon Suryati Manthab, berdasarkan formulir B1 KWK mengantongi total dukungan sebanyak 39.212.  Soft copy formulir model B1 KWK calon perseorangan berjumlah 94.558 orang tersebar 90 persen atau sebanyak 9 Kabupaten Kota di provinsi Maluku Utara.

Jumlah rekapitulasi dukungan pada fomulir kedua yang diserahkan Suryati Manthab dengan jumlah 51.070 tersebar di 8 Kabupaten Kota. Berdasarkan hasil verifikasi ditemukan jumlah minimal syarat dukungan secara kumulatif dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Begitu pula  pada pasangan YT Beramal, total dukungan berdasarkan formulir B1 berjumlah 65.448 dari jumlah dukungan minimal 10 Kabupaten/Kota. Soft copy formulir model B1 KWK pasangan perseorangan sebanyak 32.144 orang tersebar di 2 Kabupaten/Kota. Jumlah rekapitulasi dukungan dari model formulir B2 KWK 82.000 dengan sebaran di 6 Kabupaten Kota.

Ketua KPU Malut Sahrani Somadayo, di dampingi empat komusioner KPU menyempaikan hasil verifikasi tim ketiga Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan disaksikan ketua Bawaslu Provinsi Malut Muksin Amri, mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi syarat pasangan jalur independen tidak memenuhi syarat dan tidak sesaui ketentuan yang berlaku. “Pasangan calon hampir semuanya sama, tapi intinya surat pernyataan pendukung kalau tidak ada yang mendukung untuk apa KTP,” ujarnya.

Sahrani menegaskan, tim pasangan calon jalur independen harus turun ke lapangan meminta dukungan kepada masyarakat disertai dengan foto copy KTP. “ Kalau dia dukung ya ditulis nama dan tanda tangan kemudian minta KTP nya untuk difoto copy,  tapi ini tidak yang dilakukan. Daftar nama memang ada indikasi paraf hanya satu orang, itu kan hanya satu orang yang mendukung bukan masing-masing nama dan itu tapi tetap kita hitung,” cestunya.  (Ay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here