DPP PDI-P Bakal Panggil Delapan DPC di Malut

0
86904
Ketua DPC PDIP Kota Tidore Kepulauan, Muhamad Sinen

KantorBerita.id, Maluku Utara – Setelah Delapan DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menyatakan sikap mosi tidak percaya serta meminta kepada Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI-P, memberhentikan Rudy Erawan dari jabatan sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDI-P Provinsi Maluku Utara (Malut), DPP langsung mengambil tindakan dalam waktu dekat memanggil delapan DPC untuk melakukan pertemuan.

Ketua DPC PDI-Perjuangan Muhammad Sinen, ketiaka di konfirmasi di depan Kantor Walikota senin, (12/06/2017) mengatakan, Dewan pimpinan pusat pada 16 Juni mengundang 8 DPC yang memberikan mosi tidak percaya kepada Rudy Erawan, selaku ketua DPD Malut.

“Kami di undang DPP 16 Juni bersama dengan tujuh DPC lainnya, untuk mempertemukan membahas masalah tersebut,” ungkap ayah erik sapaan akrab Muhammad Sinen.

Sementara delapan DPC PDI-P wilayah Provinsi Malut terdiri dari DPC PDIP Ternate, Tidore, Halmahera Barat (Halbar), Halmahera Utara (Halut), Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Tengah (Halteng), Morotai dan Taliabu, menilai Rudi Erawan selaku ketua DPD Gagal dalam sejumlah agenda politik Malut, seperti kekalahan sejumlah kaders partai yang bertarung di pilkada beberapa waktu lalu.

“Misalnya agenda politik yang harus di menangkan PDI Perjuangan, namun itu sirna seperti kekalahan Tiara Yasin dalam Pilkada Kabupaten Halmahera Tengah. Selain itu di legeslatif Kota Ternate kita menag, namun di pilkada kita kalah dalam pertarungan di Ternate, dan yang terparah adalah basis PDI Perjuangan di Halbar juga ikut kalah dalam momentum politik lokal tersebut” ujarnya.

Ia menuturkan, delapan DPC menuntut atas ke gagalan PDI Perjuangan tahun sebelumnya, sehingga DPP harus mengevaluasi kinerja ketua DPD PDI Perjuangan dalam pemilihan Malut. “Jika Rudi Erawan selaku pimpinan dan seorang negarawan maka ia harus legowo bisa melepas jabatan tersebut untuk kemajuan sebuah daerah,” imbuhnya. (OI)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here