Forum Komunikasi BPD Kecamatan Jailolo Terbentuk

794
163164

KantorBerita.id, Maluku Utara – Forum Komunikasi Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) resmi dibentuk melalui musyawarah mufakat pengangkatan badan pengurus di Ball Room Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Jum’at (07/072017).

Rapat musyawarah pengangkatan badan pengurus yang dipimpinan  Ketua BPD Gamtala Reinold Frangco, didampingi Yamin Yois Sangaji Ketua BPD Desa Pateng, melahirkan kesepahaman mengangkat kepengurusan Forum Komunikasi BPD Ruslan Habsy sebagai Ketua, Wakil Ketua Muhdar Musa, Sekretaris Agus Denny Rinuga, dan Bendahara Fahri M Taher.

Musyawarah yang berlangsung mulai Kamis (06/07/2017) pukul  20.00 WIB itu berjalan  aman hingga berkisar pukul 02. 00 WIB Jumat dini hari tadi.

Ruslan Habsy dalam sambutannya mengatakan, beban dan amanah yang diembannya sebagai Ketua Forum merupakan tugas yang kelak tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada BPD, tapi terlebih kepada Tuhan Yang Maha Esa. Organisasi tidak bisa berjalan normal jika tidak ada dukungan keikhlasan dalam menunjang program kerja kepemimpinan. Ruslan berharap terbentuknya kepengurusan Forkom BPD, dapat membuka wawasan seluruh BPD akan pentingnya peran BPD dalam menunjang sukses terlaksananya pemerintah yang baik di tingkat desa.

BPD dan pemerintah desa diibaratkan seperti roh dan jasad pada diri manusia, yang saling berkaitan erat untuk memperlihatkan sosok  manusia yang sebenarnya. Begitu pula BPD dan pemerintah desa, jika satu diantaranya tidak berjalan sesuai fungsi dan tugasnya maka dipastikan roda lembaga pemerintahan akan berjalan normal .

BPD, kata Ruslan, merupakan lembaga penting di desa yang telah diatur tugas dan tupoksinya dalam undang-undang. Hal ini yang mungkin belum secara keseluruhan dipahami. Dengan itu, wadah forkom ini cukup baik dibentuk dalam melihat persoalan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada insiator yang menggagas terbentuknya Forkom BPD ini,” ujarnya.

Ruslan mengaku belakangan keluh kesah anggota BPD dalam perannya di desa sulit dipecahkan. Maka, setelah terbentuknya Forkom  dapat menjadi pintu masuk diskusi internal persolan yang mungkin belum terjawab. (Iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here