Haji Bur ‘Naksir’ Rektor UMMU, Ini Respon PKB Malut

0
185468
Sekretaris DPW PKB Provinsi Maluku Utara, Abdul Malik Sillia.

KantorBerita.id, Maluku Utara – Mencuatnya nama Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ishak Jamaluddin, yang akan mendampingi calon Gubernur Malut Burhan Abdurrahman, bertarung di Pemilihan Gubernur pada 2018 mendatang, menarik perhatian sejumlah partai politik di Malut, salah satunya Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Malut.

Burhan Abdurrahman dikabarkan lebih ‘Naksir’ bahkan memilih Ishak Jamuluddin menjadi pendampingnya, dibandingkan nama lain yakni mantan Rektor UMMU Kasman Hi Ahmad dan mantan calon Bupati Halmahera Selatan Amin Hi Ahmad, membuat DPW PKB Malut angkat bicara.

Partai berjargon membela rakyat itu menilai, Burhan yang juga sebagai Walikota Ternate harus membuka komunikasi dengan partai yang akan mendukungnya dalam Pilgub, apabila Burhan secara pribadi lebih memilih Ishak Jamaluddin.

“Bukan diperdebatkan Wakil yang layak dan tidak layak, tapi yang harus di jaga adalah pola dan irama komunikasi,” kata Sekretaris DPW PKB Malut, Abdul Malik Sillia, saat diwawancari kantorberita.id, di ruang kerjanya, Selasa (07/11/2017).

Malik mengungkapkan, jika Burhan Abdurahman lebih memilih Ishak Jamaluddin menjadi cawagub, maka PKB Malut tidak mempermasalahkan. Namun harus membuka komunikasi, sehingga irama politik berjalan dengan baik.

“Bagi PKB siapapun wakil haji Bur tidak ada masalah sekalipun itu anak jalanan, karena yang berpasangan itu pak Burhan bukan siapa-siapa,” cetusnya.

Baca Juga : PKB Malut Instruksikan DPC Tahan Wacana Dukungan Calon Gubernur

Ia menegaskan, Burhan Abdurrahman memiliki hak penuh menentukan pilihan kepada siapa saja untuk menjadi calon wakil di Pilgub, namun Burhan harus menjaga ikatan silaturahim dengan partai politik yang membuka peluang besar mendukung Burhan Abdurrahman.

“Kalau dalam tred komunikasi lokal di sebut dengan siloloa, semestinya itu yang harus dilakukan pak Burhan selaku calon gubernur untuk menjaga silaturhaim dalam perspektif humanis  maupun perspektif politik,” tandasnya. (div).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here