Hajijah : Tak Ada Pungli di Puskesmas Labuha

0
158592

KantorBerita.id, Maluku Utara – Setelah mencuatnya keluhan tentang pungutan liar senilai Rp 25 ribu untuk administrasi pembuatan keterangan lahir di Puskesmas Labuha, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut) pihak Puskesmas tampaknya dilanda kepanikan.

Pasalnya, dua oknum petugas Puskesmas Sabtu (09/12/2017) pagi mendatangi rumah warga Desa Hidayat yang mengeluh. “Mereka datang dan merekam pertanyaan bahkan terkesan memarahi saudara kami yang mengeluh. Memangnya petugas Puskesmas punya kewenangan untuk marah-marah ke warga ya?” protes sejumlah warga yang menyaksikan sikap oknum petugas itu.

Warga sendiri mengakui adanya pungutan tersebut. Saat Kepala Puskesmas Labuha Hajijah Kabba mendatangi KantorBerita.id di kedai kopi untuk melakukan klarifikasi, beberapa pelanggan kedai “menyerangnya” dengan keluhan pungli yang sama.

“Ibu, kenapa ada pungli Rp 25 ribu? Menyusahkan warga saja. Cuma minta selembar surat saja kok, kami juga pernah urus surat itu di bulan agustus kemarin, ada 4 lembar surat jadi bayar 100 ribu,” kata mereka.

Hajijah lantas mengklarifikasi, seluruh pelayanan administrasi di Puskesmas tak dipungut biaya sepersen pun alias gratis. “Tidak ada pungli apapun. Jika petugas kami yang terbukti pungli maka akan dikeluarkan dari Puskesmas, kami sudah pertegas masalah ini kepada seluruh petugas di PKM Labuha jangan coba-coba menarik pungutan dalam bentuk apapun,” tegasnya.

Hajijah yang didampingi stafnya membenarkan, biaya administrasi sebelumnya sebesar Rp 25 ribu sesuai edaran Peraturan Daerah. Namun karena takut terlibat masalah di kemudian hari, Perda itu tak lagi dipakai oleh Puskesmas Labuha. “Perda itu sudah dihentikan sejak bulan Juli kemarin,” katanya.

Menurutnya, dalam waktu dekat Puskesmas Labuha bakal meraih akreditasi. Sehingga, ia menjamin tak mungkin ada petugas yang berani melakukan pungli. “Sejak berita pungli itu naik, Wakil Bupati menanyakan masalah ini,” ungkapnya.

Baca JugaPetugas Puskesmas Labuha Diduga Lakukan Pungli

Hajijah mengakui, mengutus dua stafnya untuk mendatangi warga di Hidayat. Namun kedatangan tersebut hanya untuk mengklarifikasi keluhan warga, bukan untuk memarahi.

Sebelumnya, warga mengeluhkan adanya permintaan biaya sebesar Rp 25 ribu saat mengurus keterangan lahir di Puskesmas Labuha. Padahal di Puskesmas lain, pengurusan yang sama tak dikenai biaya. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here