WASHINGTON – Pada kasus kecelakaan mobil, kekuatan kursi memegang peran cukup penting untuk menyelamatkan nyawa penumpang. Namun terkadang kursi didesain tidak cukup kuat sehingga bisa mengakibatkan dampak fatal pada penumpang jika terjadi kecelakaan dari belakang.

Upaya untuk menyelamatkan nyawa penumpang, bahkan menghindari dari potensi cedera akibat kecelakaan, terus dilakukan. Penyempurnaan-penyempurnaan, baik yang dilakukan para ahli maupun pembuat kebijakan, terus dilakukan.

Pada 1967, lembaga yang berisi para ahli automotif di Amerika Serikat (AS), Society of Automotive Engineers, mengungkap laporan bahwa desain tempat duduk yang buruk berkontribusi besar terhadap cedera penumpang saat mobil mengalami kecelakaan.

Lalu pada 1974, Badan Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan AS (NHTSA), sebagai otoritas paling berwenang membuat standar keselamatan kendaraan, mengusulkan standar keselamatan kendaraan bermotor yang baru terkait parameter kecelakaan serta dampak kecelakaan di kursi depan.

Menyusul pada 1989, para peneliti mengirim petisi kepada NHTSA agar membuat standar baru spesifikasi kursi depan mobil. Kursi depan dan pengaitnya harus bisa menahan 20 kali dari bobot penumpang.

Direktur Eksekutif Center for Auto Safety (CAS) Clarence Ditlow mengungkapkan, hingga saat ini NHTSA belum merealisasikan petisi itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here