Pasar Tsukiji Gelar Lelang Tuna Pertama di Lokasi Baru

0
75390

Teriakan para pelelang tuna terdengar saling bersahutan untuk pertama kalinya di pasar ikan baru, di Tokyo pada Kamis (11/10). Pelelangan itu menandai dibukanya pasar ikan baru, hanya beberapa hari setelah pasar Tsukiji, pasar ikan terkenal di dunia, menutup 83 tahun sejarahnya.

Lokasinya mungkin bisa berubah, namun ritualnya tetap sama: seekor tuna besar diletakan di tanah, bunyi keras lonceng menandai mulainya sistem lelang yang cukup rumit, yang hanya dimengerti orang-orang tertentu.

Pada Minggu (7/10), setelah lelang tuna terakhir yang emosional, ‘truk khas Tsukiji’ yang terkenal, bentuknya berupa endaraan dengan 1 orang pengemudi dan tampak depannya menyerupai tong, memulai pindah massal ke lokasi baru.

Namun, perpindahan ini memakan waktu yang lama dan proses yang kontorversial. Tak banyak yang akan menentang kenyataan bahwa Tsukiji telah melewati masa jayanya. Selain itu, ada kekhawatiran pada regulasi api yang sudah kadaluarsa dan kontrol akan kebersihan.

Sementara itu, pasar baru yang berlokasi sekitar 2 kilometer di timur Toyosu menawarkan fasilitas pendingin yang canggih dan hampir 2 kali lebih besar dari Tsukiji, yang terhitung pasar terbesar di dunia.

Pelelangan tuna di pagi hari di Tsukiji sudah menjadi sebuah ritual dan kegiatan yang tidak boleh dilewatkan wisatawan yang berkunjung ke ibu kota Jepang. Para turis biasanya sudah harus antre dari malam sebelumnya untuk menjadi salah satu dari 120 orang yang dizinkan menyaksikan pelelangan tersebut.

Terutama pada pelelangan pertama pada tahun baru, pedagang grosir dan penjual sushi telah dikenal dengan tawar-menawar alot untuk ikan terbesar dan terbaik.

Namun, bagi para pedagang lama pasar Tsukiji yang bersaing dalam pelelangan pertama mereka di tempat baru yang bersih dan tertutup, perpindahan tersebut telah menghilangkan sebagian jiwa mereka rutinitas pelelangan.

“Suasananya tidak sama seperti di Tsukiji,” kata Lionel Beccat, koki bintang Michelin yang sudan bertahun-tahun selalu mengunjungi pelelangan.

Tapi, Wali Kota Tokyo, Yuriko Koike, berkeras bahwa kompleks baru tersebut aman dan akan menyediakan lingkungan yang “muktakhir” untuk berjualan ikan.

Koike berjanji untuk mendengarkan protes mengenai lahan parkir untuk kendaraan pribadi dan keadaan lalu lintas. [vp/ft]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here