Peringatan Nuzulul Quran Muslim Indonesia di Washington DC

0
146332

Muslim Indonesia di Washington DC area memperingati Nuzulul Quran sekaligus berbuka puasa bersama. Penceramah mengingatkan Muslim agar mengamalkan dan mengajarkan al Quran dan persatuan. Karlina Amkas menyampaikan untuk Ramadan di Amerika.

Memasuki 10 hari kedua Ramadan, umat Islam Indonesia di kawasan Washington DC mengadakan peringatan Nuzulul Quran dan mendatangkan Dr. Khairan Muhammad Arif, lektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dalam isi ceramahnya, Dr. Khairan kembali mengingatkan al Quran sebagai petunjuk bagi manusia, serta pengubah peradaban manusia menjadi peradaban yang sangat manusiawi. Ia mengajak hadirin malam itu untuk melakukan lima hal untuk menjadikan al Quran sebagai pedoman hidup yaitu mempercayai, membaca, menghapal, mengamalkan dan mengajarkan.

“Nuzulul Quran kita peringati begitu. Semoga umat Islam, insya Allah kembali kepada Quran. Kalau umat ini mau kembali pada Quran, insya Allah damai, aman, bersatu, makmur, sejahtera, sebagaimana umat Islam terdahulu.”

Acara diadakan di kediaman Duta Besar Indonesia untuk Amerika, Mahendra Siregar. Menjamu lebih dari 300 orang malam itu, Mahendra mengaku senang. Ia mengatakan, itu menunjukkan semangat umat yang tinggi dalam beribadah puasa dan memperingati hari besar agama.

Tentu juga, kata Mahendra, itu menunjukkan, “kerinduan untuk berkumpul di antara warga masyarakat yang ada di Washington DC area ini, dan bahwa kekerabatan dan silaturahmi itu jugalah yang pada akhirnya membawa kita semua pada suasana yang baik dalam bulan suci ini.”

Di antara yang hadir Jumat malam itu adalah Puryono Marsam dan keluarga. Ia menilai acara malam itu sesuai temanya, memperingati turunnya al Quran dan perubahan total masyarakat karena al Quran.

“Menurut saya acaranya bagus. Bagus sekali. Jadi, pesan utamanya adalah bagaimana alquran menjadi petunjuk hidup bagi umat manusia, khususnya umat Islam,” ujarnya.

Yang juga ia senang dari acara malam itu, penceramah mendoakan umat Islam di Indonesia bersatu pasca Pemilu.

“Dengan berpegang teguh pada al Quran, seandainya kita berbeda pendapat pun kita seharusnya tetap merasa satu umat. Meskipun itu beda pilihan, atau beda perspektif, atau cara pandang, segala macam, itu yang diangkat menurut saya relevan dengan keadaan sekarang,” tambah Puryono.

Dr. Khairan Muhammad Arif berada di Amerika untuk ber-Safari Ramadan di pantai timur Amerika atas undangan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Amerika. Setelah mengunjungi beberapa negara bagian, ia memuji kebebasan beragama di Amerika, di mana umat bisa beribadah, berdakwah, memperingati hari-hari besar keagamaan, bahkan mempraktikkan ajaran agama tanpa ragu, termasuk Muslim yang merupakan kelompok minoritas..(ka)

Kantor Berita ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here