Iran Sedang Perkaya Uranium ke Kadar Lebih Tinggi

0
122036

Iran mengatakan telah melakukan pengayaan uranium hingga mencapai kadar 4,5 persen, melewati batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian yang bertujuan mengekang pengembangan senjata nuklir Teheran.

Iran mengatakan pihaknya bisa saja mempertimbangkan pengayaan uranium hingga 20 persen sebagai langkah selanjutnya dalam tindakannya untuk tidak mematuhi komitmennya di bawah perjanjian nuklir, kecuali jika mendapat bantuan yang diinginkannya dari negara-negara penandatangan perjanjian itu ntuk mengatasi efek melumpuhkan dari sanksi ekonomi yang diberlakukan oleh Presiden Amerika Donald Trump setelah Amerika mengundurkan diri dari pakta itu tahun lalu.

Presiden Hassan Rouhani mendengarkan penjelasan tentang pencapaian nuklir di Teheran, 9 April 2018. (Foto: dok).

Presiden Hassan Rouhani mendengarkan penjelasan tentang pencapaian nuklir di Teheran, 9 April 2018. (Foto: dok).

Pengayaan uranium hingga lima persen sudah cukup untuk menghasilkan bahan bakar sebagai pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi masih jauh di bawah 90 persen yang dibutuhkan untuk membangun senjata nuklir.

Badan pengawas atom PBB mengatakan sedang dalam proses memverifikasi klaim Iran bahwa mereka telah melanggar batas pengayaan tersebut.

Uni Eropa, salah satu penandatangan kesepakatan dengan Iran, mengatakan “sangat prihatin” dengan tindakan Teheran itu.

Rusia mengatakan prihatin dengan tindakan Iran, tetapi juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan telah memperingatkan bahwa penarikan diri yang dilakukan oleh Trump dari pakta itu akan memiliki konsekuensi negatif bagi keamanan global.

Trump memperingatkan Iran pada hari Minggu agar “berhati-hati.”

Dia tidak memberikan rincian kepada para wartawan mengenai reaksi spesifik yang hendak dipertimbangkan oleh pemerintahannya, tetapi menegaskan kembali posisi bahwa “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.” [lt/es]

Kantor Berita ID

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here