Kapolda Malut Bantah Peras Pengusaha Kayu Untuk Bangun Vila

0
25496
Kapolda Malut Didampingi Kadis Kehutanan Malut dan Pemilik Lahan Jikomalamo. Saat memberikan keterangan ke Awak Media

KantorBerita.id, Maluku Utara – Isu terkait dugaan kepemilikan lahan di Jikomalamo serta dugaan tindakan pemerasan kayu terhadap pengusaha kayu oleh Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto untuk pembangunan vila di wisata pantai Jikomalamo dibantah oleh Kapolda Malut serta Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Malut Sukur Lila dan Adam Marsaolly.

Dalam konfrensi pers yang dipimpin langsung Kapolda Malut didampingi Kadishut Malut, dan kontraktor Adam Marsaolly di Lantai II Mapolda Malut, Kamis (04/05/2017) mengatakan tidak pernah memerintahkan kepada Kadishut Malut untuk meminta kayu kepada pengusaha kayu, selain itu terkait dengan lahan di Jikomalamo kecamatan Ternate Pulau, Kota Ternate Provinsi Malut itu bukan miliknya namun milik Adam Marsaolly. “Jikomalamo itu punya pak Adam saya hanya jalan-jalan saja, dan saya tidak pernah perintahkan Kadishut Malut untuk minta kayu, jika ada yang dirugikan lantaran ada anggota saya yang mengatas namakan saya, tidak segan-segan akan dievaluasi,” kata Kapolda Malut Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto.

Kapolda Mengaku terkait dengan isu tersebut dipastikan publik menghujat sebagai pejabat publik, namun itu tidak benar. “saya tidak sejahat itu, saya tidak melacurkan jabatan ini cuma masalah pemilikan dan meminta-meminta, itu bukan sifat saya,” katanya.

Ia mengaku datang di lokasi wisata pantai Jikomalamo hanya menikmati suasana, diving serta mancing, itu bukan hanya di Jikomalamo tapi juga ke Morotai itu pun diluar dari jam dinas. namun dengan kritikan ini, ia akan jadi bahan evaluasi sebagai pejabat publik. “kalau saya jalan-jalan ke Jikomalamo ada penilaian buruk, saya tidak akan lagi kesitu, tapi jangan larang saya bergaul dengan masyarakat dalam kegiatan kamtibmas,”ujarnya.

Disentil terkait dengan kayu yang di tampung di SMK 2 Ternate kata Jenderal bintang satu itu bukan miliknya. “itu bukan milik saya,” singkatnya

Baca Juga : Bangun Vila, Kapolda Malut Diduga Terseret Peras Pengusaha Kayu

Sementara itu, Kedishut Provinsi Malut, Sukur Lila juga membantah terkait dengan pemberitaan memerintahkan seluruh pengusaha kayu di Malut untuk memasok kayu sebanyak 450 kubik secara gratis. “tidak ada perintah Kapolda ke saya (Kadis) untuk meminta kayu kepada pengusaha kayu di Malut, itu tidak ada sama sekali,”katanya.

Ia juga membantah kayu yang pasok dari Halmahera ke  kota ternate sudah jelas dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Sekarang kalau saya pertegas untuk tidak mamasukan kayu ke ternate lagi pasti akan mengganggu pembangunan di Ternate, makanya itu semua sudah sesuai dan kalau dibilang ilegal itu tidak benar, “ungkapnya.

Sedangkan Adam Marsaolly merupakan pemilik lahan Jikomalamo juga mengakui bahwa pembangunan tempat wisata di Jikomalamo itu miliknya bukan milik Kapolda. “itu punya saya bukan punya Kapolda, kapolda hanya jalan-jalan kesitu menikmati suasana Jikomalamo,” katanya.

Pembangunan vila di Jikomalamo merupakan langkah inisiatif sendiri karena melihat wisata di Ternate masih minim, sehingga para wisatawan kesulitan dalam berlibur. “saya bangun vila itu agar para turis dapat menginap ditempat wisata tersebut,”katanya

Menurutnya pembangunan lokasi wisata di Jikomalamo sudah di koordinasikan dengan pemerintah kota Ternate karena saat ini izin amdal masih disusun. “Itu memang belum ada ijin amdalnya, tapi saya sudah koordinasi dengan Pemkot Ternate dan Dinas Pariwisata soal prosedurnya,” pungkas Adam.

Ia juga mengaku kayu yang di tampung di SMK 2 Ternate itu miliknya bukan milik kapolda, ia menampung kayu sekitar 4 kubik itu untuk dibersihkan. “Saya ini ketua komite di SMK 2, makanya saya memasukan kayu itu untuk di somel (bersihkan), dan kayu itu kurang lebih 4 sampai 5 kubik,” katanya. (heroe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here