Kementerian ESDM Ingin Kelolah Panas Bumi Halbar

2
233083

KantorBerita.id, Maluku Utara – Direktorat Panas Bumi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (SDM) RI, menginginkan potensi panas bumi di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), harus dikelolah demi mendukung ketersediaan energi nasional.

Untuk itu, Kementerian ESDM mengharapkan Pemkab Halbar proaktif berkomunikasi dengan Kementerian yang dipimpin Ignasius Jonan Tersebut. Keinginan Kementerian ESDM tersebut diungkapkan Yahya Maulana, salah satu pejabat di lingkungan Direktorat Panas Bumi, saat bertatap muka dengan Pemkab Halbar, di ruang kerja Asisten II Setda Halbar, M Aulia Husin, Selasa (10/10/2017).

“Jadi Direktorat Panas Bumi Kementerian ESDM, berkeinginan sekali, agar potensi panas bumi di Halbar yang ada di Idamdehe tersebut dikelolah,” kata Staf ahli bidang Pemerintahan Ismail Arifin, usai menghadiri pertemuan tersebut.

Ismail mengatakan, Kementerian ESDM berkeinginan Panas Bumi dikelolah, karena potensi panas bumi yang mengendap di Gunung Jailolo tersebut, sudah masuk dalam projek nasional Kementerian ESDM. Bahkan, sudah pernah dilelang pada tahun 2010 lalu dimenangkan PT Star Energy Geothermal.

Mantan Kepala Bappeda Halbar ini mengungkapkan, Kementerian ESDM menyiapkan dua opsi pengelolaan panas bumi di Halbar yakni  menggunakan sumber modal asing (luar negeri) atau sumber modal dalam negeri untuk mengelolah sumber energi terbaru tersebut.  “Opsi kedua melalui lelang di Kementrian” ungkapnya.

Tim Direktorat Panas Bumi dipimpin Yahya Maulana tersebut kata koordinator program pengembangan tanaman jagung Halbar ini, telah berdiskusi panjang lebar terkait keberlanjutan projeck pengelolaan 70 MW panas bumi.

Potensi panas bumi (geothermal) yang terletak di Desa Idamdehe Kecamatan Jailolo, sudah pernah dilelang Kementerian ESDM tahun 2010 lalu, perusahaan yang memenangkan proses lelang  yakni PT Star Energy Geothemal. Namun Dalam tahapan eksplorasi, PT Star Energy, memilih tidak melanjutkan ke tahap eksploitasi. Ini disebabkan, PT Star Energy dengan pihak PLN  belum sepaham soal harga jual-beli listrik.

“Kementerian ESDM juga sudah menerbitkan surat terkait pengembalian kontrak pengelolaan panas bumi Halbar dari PT Star Energy,” tutur Ismail, mengutip penjelasan ketua tim Direktorat Panas Bumi, Kementerian ESDM, Yahya Maulana.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Asisten Dua Setda Halbar tersebut diikuti Staf Ahli bidang Hukum dan Politik, Marcus Saleky, Staf Ahli bidang Kesejahteraan dan SDM, Vence Muluwere, Asisten Dua Setda Halbar M Aulia Husin, Kabag Hukum dan Organisasi Setda Halbar Denny G Kasim dan Sekretaris Bappeda Wahnia Hi Abu.(Iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here