TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pimpinan Pondok Pesantren Al –Mizan, Jatiwangi, Majalengka, Maman Imanulhaq, mengapresiasi dan mendukung Kirab Koin yang diprakarsai oleh Nahdatul Ulama (NU).

Menurut Ketua Lembaga Dakwah PBNU, kegiatan Kirab Koin ini merupakan dakwah iqtishodiah, dakwah perekonomian yang harus didukung bersama.

Kirab Koin adalah gerakan untuk menggairahkan budaya berinfak dan bershodaqoh dengan mengedarkan kotak koin.

Masyarakat yang hendak berinfak dan bershodaqoh bisa memasukkan uang atau koin ke dalam kotak tersebut.

“Kegiatan ini merupakan dakwah iqtishodiah, dakwah perekonomian yang harus kita dukung bersama,” ujar Kiai Maman kepada Tribunnews.com, Rabu (25/4/2018).

Kotak koin itu dikirab ke sejumlah tempat termasuk ke pondok – pondok pesantren. Sejauh ini sambutan masyarakat Majalengka luar biasa, sehingga pelaksanaan Kirab Koin di Kota Angin ini diperpanjang dari rencana semula hanya dua hari menjadi lima hari.

Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dakwah perekonomian peting dilakukan. Karena jika secara ekonomi kuat, masayarakat bukan hanya sejahtera tetapi juga bisa berkontribusi dalam menciptakan keadilan.

Pria yang biasa Kang Maman itu juga mengatakan, selain untuk dakwah perekoniman, Kirab Koin juga bisa mengukuhkan soliditas NU.

Menurut dia, NU menjadi kuat karena ditopang prinsip – prinsip persaudaraan, seperti yang tercermin dalam Kirab Koin.

“Baik persaudaran ukuwah islamiyah, ukuwah watoniah dan ukuwah persyariah,” kata Kang Manam, sapaan akrabnya.

Yang lebih penting, kata Kang Kaman, Kirab Koin itu menjadi penanda bahwa NU punya kemampuan besar untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ini dibuktikan dengan kerja kongkrit di bidang – bidang sosial. NU hadir menolong dan membantu orang –orang yang belum merasakan kue pembangunan,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here