Kantor berita.id, Jakarta

Memanasnya pemikiran ekstrem diberbagai dunia menjadi bahan perbincangan yang sangat alot di kongres Konghucu ke : 3 di Hotel Marhinston, Bandengan,Jakarta Utara.

“Sekarang ini pemikiran dunia yang ekstrem sedang sangat berkembang.Kita lihat saja di negeri ini banyak orang yang saling mencerca, mencela. Dan ini dibahas tuntas oleh kami. Yang ingin membawa perdamaian di seluruh negeri,”ujar Uung Sendana selaku ketua umum Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), Selasa (17/10) lalu.

Menurutnya dikongres ke 3 ini MATAKIN mengundang ahli-ahli agama Khonghucu dari 19 negara.  Diantaranya yang hadir adaalah tokoh Konghucu dari Amerika Serikat, Costarika, Australia, Inggris, Italia, Jerman, Mesir, Tiongkok, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia serta Brunei Darussalam. Yang akan mencari solusi untuk hidup berketuhanan dan saling menghormati.

“Sebelumnya kami mengadakan dialog dengan agama Islam dan Khonghucu kemarin. Tentunya dengan tema kesejahteraan dan perdamaian.Hari ini kami konsentrasi untuk menyumbangkan pikiran untuk dunia menuju perdamaian,”ujarnya.

Alim Sugiantoro, foto:( Ist)
Alim Sugiantoro, foto:( Ist)

Diwaktu yang berbeda Alim sugiantoro peserta perwakilan dari Klenteng Kwan Sing Bio Tuban,merasa bangga khonghucu yang baru didukung negara Indonesia  bisa dipercaya oleh penganut agama konghucu dunia.

” Negara indonesia yang telah dipercaya dunia patut dibanggakan. karena kemajemukan dan bisa bersatu padu. Maka negara lain ikut merumuskan Kedamaian dunia lewat ajaran konghucu . Dan yg terpenting semua menuju saling menghormati dan menghargai tentang perbedaan agama untuk menuju keadilan kemakmuran negara dan rakyatnya,”tandasnya. (44n)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here