KPK Diminta Datang Juga ke Halsel

0
213091
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

KantorBerita.id, Maluku Utara – Kehadiran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Halmahera Timur membawa angin segar pemberantasan korupsi. Publik Halmahera Selatan pun berharap KPK bisa ikut mengawal penanganan korupsi di Halsel. Pasalnya, Halsel dinilai rawan akan kasus korupsi besar yang tak pernah tuntas.

Diantaranya adalah kasus korupsi anggaran pengadaan kapal Halsel Express senilai Rp 14 miliar, pengadaan kapal Saruma 01 senilai Rp 2,3 miliar dan anggaran sewa kelolanya sebesar Rp 500 juta, serta korupsi dana Bantuan Sosial Dinas Pendidikan 2007-2008 yang diduga melibatkan Bendahara Diknas yang juga istri Bupati Halsel, Nurlaila Muhammad. Total kerugian daerah akibat kasus korupsi tersebut mencapai ratusan miliar.

Tokoh masyarakat Halsel Ali Jaidun menuturkan, selama ini penanganan kasus korupsi di Halsel cenderung berakhir dengan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Ada pula yang menguap begitu saja di tengah jalan.

“Akhirnya publik kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum di Malut. Karena itu, kami berharap KPK turun juga di Halsel,” ujarnya, Senin (05/02/2018).

Ali mengungkapkan, kasus korupsi di Halsel diduga melibatkan sejumlah pejabat. Namun selama ini para terduga korupsi itu melenggang bebas tanpa ada penindakan.

“Banyaknya proyek di Halsel yang tidak beres, baik proyek pembangunan maupun pengadaan, patut dipertanyakan. Di Halsel ini kalau KPK baru bisa tuntaskan kasus korupsi,” tandasnya. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here