KantorBerita.id – Jakarta – Konsep, Pemikiran, Dan Realitasnya Bagi Kehidupan Yang Harmonis Dalam Bingkai NKRI
Oleh EKO ISMADI.

Keberadaan sebuah Negara dan kehidupan bangsanya dikenal yang namanya tujuan dan cita cita nasional. Dimana sebuah tujuan harus dicapai dan cita cita itu harus berhasil diraih juga dimiliki, identik dengan sebuah peristiwa kehidupan maka tujuan itu harus konsisten dan cita cita harus dijaga keberdaan dan eksistensinya. Kemampuan untuk menjaga agar tujuan dan cita cita nasional tetap memiliki konsitensi dan eksistensi itulah yang disebut ketahanan nasional sedangkan daya tahan untuk menjaga ketahanan nasional kemudian yang disebut imun kebangsaan. Karena dalam ulasan ini membahas kebangsaan Indonesia maka disebut imun kebangsaan Indonesia dan upaya untuk menjaga daya tahan tersebut dinamakan imunisasi.
Banyak sudah media dan pemberitaan yang mengulas tentang imun kebangsaan Indonesia dalam berbagai disiplin ilmu dan perspektif pemikirannya. Tetapi kita sebagai Prajurit TNI AD yang perlu kita pahami tentang imun kebangsaan salah satu diantaranya adalah menjaga imunitas kebangsaan itu tetap terawat, terjaga, dan dimiliki. Dihadapkan dengan suksesnya tugas pokok maka kewajiban kita dengan melakukan imunisasi, agar TNI AD selalu siap dan sedia melaksanakan tugas serta kewajiban bagi bangsa dan Negara Indonesia.
Salah satu cara untuk dapat melakukan imunisasi adalah kita harus mengenal kondisi kita diantara yang harus dikenal adalah kelemahan, kekuatan, dan keterbatasan dari kemampuan yang dimiliki. Dalam personality problem seseorang paham dirinya alergi terhadap udang atau ikan laut, berdasarkan fakta yang ada pada dirinya maka orang tersebut akan bersikap hati hati terhadap permasalahan yang mungkin terjadi terhadap dirinya.
Dalam konteks kehidupan Prajurit dilingkungan TNI dapat kita pahami apa saja yang termasuk imun dan kemungkinan ancaman yang dapat merusak imun kebangsaan Indonesia. Ketika kita paham maka akan ditemukan metode yang tepat untuk mengatasi kondisi imun tersebut dengan cepat tepat dan tuntas tanpa harus menghabiskan energi untuk menyamakan persepsi dan diskusi yang menyita waktu dan tenaga.
Tujuan penulisan ini memberikan sebuah konsep pemahaman sejarah dan aktualisasinya adalah salah satu strategi untuk menjaga imunitas kebangsaan Indonesia yang harmonis dan berkesinambungan dalam bingkai NKRI dan pelestariannya. Dimana kita tahu TNI AD adalah bagian dari kebangsaan Indonesia yang memiliki kewajiban untuk mengawal kelangsungan hidup bangsa Indonesia maka dalam pemahaman ini juga kami korelasikan dengan keberadaan TNI AD.
LATAR BELAKANG PEMIKIRAN DAN MASALAH
Beberapa waktu lalu bangsa Indonesia disibukan dengan sebuah fenomena kebangsaan yang membuat gaduh dan terganggunya harmonisasi kehidupan kebangsaan Indonesia. Karena dengan Fenomena yang timbul sudah menjurus pada terancamnya NKRI, yaitu ditandai dengan konflik dibeberapa daerah yang menyatakan ingin memisahkan diri dari NKRI. Fenomena ini bila dicermati dengan teliti salah satu penyebabnya adalah dari pemahaman sejarah Indonesia.
Pasca Reformasi bangsa Indonesia tidak memiliki Visi Kebangsaan yang permanen dan teragenda, dan bahkan yang lebih memprihatinkan lagi bangsa Indonesia sedang mencari bentuk dan formulasi pemerintahan demokrasi yang tepat. Salah satu penyebabnya adalah terputusnya konsep kebangsaan dan sistim politik yang menimbulkan permasalahan bagi kebangsaan Indonesia antara lain tidak berkesinambungan konsep pembangunan, berubahnya spirit kebangsaan Indonesia, dan pemahaman sejarah yang kurang sejalan dengan peradaban dan budaya bangsa Indonesia. Akibatnya tujuan dan cita cita nasional terabaikan namun perhatian justru terfokus pada kepentingan kelompok dan membangun kekuatan kelompok kebangsaan masing masing.
Dimungkinkan dihadapkan dengan kegiatan kebangsaan mendatang akan terjadi berbagai konflik dan perselisihan sebagai dampak dari timbulnya dinamika politik, mengingat kegiatan yang dilaksanakan tersebut sangat rentan terhadap pembiasan dan multi tafsir. Oleh karena itu diperlukan sebuah upaya dan tindakan yang dapat mengeliminir dan membatasi ruang lingkup permasalahan politik kebangsaan Indonesia baik ditingkat nasional maupun daerah melalui pemahaman sejarah.
Berbasis pada Bhineka Tunggal Ika perbedaan sudah tentu pasti ada, perselisihan, dan perdebatan pasti ada, terlebih dalam kompetitif Pilkada. Dengan pemahaman sejarah maka batasan masalah, serta ruang lingkupnya, dan metode serta alasannya dapat dipahami oleh semua yang terlibat. Pemahaman akan membangun kesadaran, etika, dan tata karma dalam menyikap permasalah. Oleh karena itu sekalipun bersifat memaksa bukan berarti mengabaikan hakekat insani dan norma peradaban dengan alas an menang dan kalah atau matoritas dan minoritas, tetapi semua berpikir satu benar menurut sejarah nasionalisme Indonesia.

PENGERTIAN
Tulisan ini dibatasi pada pemikiran bahwa pemahaman imun adalah identic dengan kekebalan tubuh menurut ilmu kesehatan, sehingga dimensi pemikiran dari definisi dalam pemahaman juga memiliki korelasi dengan ilmu kesehatan secara teoritis. Naum dalam realisasi tentu dihadapakan secara nyata dan relevan dengan imun kbenagsaan yang dimaksud dalam penulisan ini.
Strategi. Strategi adalah sebuah cara dan prosesnya yang ditentukan oleh pimpinan yang memiliki tujuan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang guna mencapai sasaran dan cita cita yang diharapkan beserta upaya yang dilakukan dan pertimbangannya.
Imun. Nilai nilai dan unsur unsur yang dipahami dan diakui sebagai sebuah sarana untuk memperkokoh, menegakkan, dan melestarikan kelangsungan hidup bangsa Indonesia dalam mencapai tujuan nasional dan meraih cita cita bangsa Indonesia.
Nasionalisme Indonesia. Rasa cinta, setia, dan taat kepada Negara dan Kebangsaannya beserta tanah air yang tumbuh dan berkembang dengan kesadaran atas pemahaman sejarah, tradisi, adat, budaya dan perjuangannya, dalam perjalanan hidup kebangsaannya.
Spiritual Sejarah. Spiritual adalah sebuah kekuatan yang tumbuh dan berkembang juga mampu menggerakan diri orang itu untuk meniru atau mencontoh dengan secara sadar atas diri seseorang terhadap apa yang dipahami dan diyakininya. Spiritual sejarah adalah keuatan dari hasil memahi sejarah.
Spirit Kebangsaan Indonesia. Spirit Kebangsaan adalah sesuatu yang dapat dijadikan pedoman, norma, dan standart serta pemikiran dan perilaku terhadap kebangsaan dan Negara yang dicintai dan dimana orang tersebut menaruh rasa setia serta hidup didalamnya. Bila spirit kebangsaan luntur maka tidak akan dapat membangun kesadaran bangsa Indonesia untuk berpartisipasi dalam membangun, mensejahterakan, dan mengabdi bagi negaranya.
IMUNITAS KEBANGSAAN. Kemampuan atau daya tahan kekebalan kebangsaan Indonesia dihadapkan dengan permasalahan hidup dan pergaulan internasional yang dapat mengganggu tegak kokoh NKRI yang berdasarkan Pancasila Dan UUD 1945. Yang termasuk imunitas kebangsaan adalah pemahaman sejarah, interprestasi politik, pemahaman ideologi, sistim pendidikan generasi muda, dinamika budaya, keimanan, bhineka tunggal ika, Negara Kesatuan Indonesia, dan pengaruh perkembangan zaman dan tehnologi.

PEMAHAMAN SEJARAH SEBAGAI STRATEGI
Sebagaimana diuraikan dalam pengertian, maka pamahaman sejarah adalah sebagai salah satu strategi untuk memantapkan imunitas yang dimiliki bangsa Indonesia. Dimana kekebalan itu harus dirawat, dijaga, dan dimiliki, agar kehidupan bangsa Indonesia dapat dilestarikan dan dijamin kelangsungan hidupanya. Untuk diperlukan upaya dan kegiatan yang harus dilakukan, salah satu diantaranya adalah dengan memahami sejarah. Karena sejarah memiliki guna dan manfaat, penting bagi kehidupan manusia dan kebangsaannya. Maka dari itu dalam pemahaman sejarah dapat bermanfaat atau sebaliknya timbul masalah dalam kehidupan kebangsaan Indonesia.
Manfaat Dan Guna Sejarah. Dengan pemahaman sejarah seseorang akan memiliki figur dan suatu bangsa akan memiliki symbol pemersatu, sebab dari pemahaman sejaran akan tumbuh saling rasa menghargai dan menghormati juga dapat saling membenci bahkan dapat turun temurun. Tentu sebagai manusia yang beriman dan bertakwa akan berfikir tentang yang positif bagi diri dan bangsanya.
Pentingnya Sejarah Bagi Kehidupan. Dengan sejarah seseorang akan memiliki pandangan untuk menempuh masa depan dan memperkirakan permasalahan yang mungkin timbul. Karena dengan belajar sejarah kita akan dapat mengetahui perilaku dan maksud seseorang, terhadap orang lain, bangsa, dan negaranya ini yang kemudian dikenal dengan keaspadaan.
Sejarah Dan Permasalahan Bangsa Indonesia. Sejarah terdiri dari catatan masa lalu perjalan hidup bangsa, sehingga dengan dengan dasar pemikiran akan manfaat dan guna sejarah maka sejarah bisa menjadi menjadi bagian permasalah sebaliknya sejarah bagian dari solusi penyelesaian masalah. Untuk yang bermasalah tidak perlu kita uraikan namun yang bermanfaat baik bagi kebangsaan itulah yang harus dipahami dan perlu dimengerti.
Sejarah Dan Kewaspadaan Nasional. Karena ada dampak negatif dari pemahaman sejarah maka keberadaan sejarah, pemahaman, dan pemanfaat harus di korelasikan dengan kewaspadaan nasional. Nasional yang dimaksud adalah nasionalisme Indonesia dan tujuan nasionalnya. Dengan belajar akan tumbuh sikap peduli dan perhatian dengan permasalahan bangsa dan kemungkinan ancamannya tidak apatis dan masa bodoh dengan dalih itu bukan tanggung jawab. Yang lebih memprihatikan lagi pesimis terhadap kondisi bangsa dengan membiarkan sesgala sesuatu terjadi.
Rotasi Dan Siklus Sejarah. Salah satu bentuk dari pemahaman sejarah adalah siklus dan rotasi sejarah. Rotasi adalah sebuah pemahaman sejarah didasarkan pada perubahan metode dan materi dari sejarah serta perspektif, aktualisasi, implementasi, interprestasi, dan konotasi kebangsaannya yang bertujuan untuk melakukan perubahan dalam mengganti yang telah ada. Sedangkan siklus sejarah adalah memahami sejarah dengan dasar pemikiran pemahaman yang fleksibel dan dinamis menyesuaikan dengan perkembangan situasi pada masanya guna membangun kehidupan kebangsaan yang lebih secara berkelanjutan, selaras, serasi, dan hamonisasi, dalam kontek kehidupan.

KONDISI KEBANGSAAN YANG DIHARAPKAN
Kehidupan yang harmonis, aman, terntram. tenang, dan damai berkesinambungan berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi. Sebagaimana Amerika, Belanda, Dan Inggris, kehidupan kebangsaan berlangsung secara stimultan dalam stimulus yang berputar seperti siklus kehidupan. Pemikiran ini yang dimantapkan dalam kehidupan kebangsaan Indonesia, tidak timbul dinamika hidupa yang hanya menimbulkan perselisihan dan diskusi yang hanya membahas persepsi.
Mewaspadai Komunis dan Idiologi Religius. Salah satu sikap hidup yang membangun harmonisasi kebangsaan Indonesia adalah mewaspadai komunis dan religious. Bila hal ini tidak dipahami oleh generasi muda secara terus menerus akan menumbuhkan siklus pemikiran sejarah yang bermasalah bagi bangsa Indonesia, istilah ini oleh sejarawan disebut sejarah yang terulang atau mengulangi sejarah. Karena komunis selalu berpikir beda dengan pemikiran kelompok bangsa lain, yang menjadikan komunis bersikap seperti itu karena catatan sejarah masa lalunya yang selalu bermasalah dengan bangsa Indonesia maka dari itu komunis selalu membuat kelompok lain bermasalah juga. Dengan orang lain terlihat bermasalah maka komunis dapat duduk dan berpikir bersama.
Konsistensi Kebangsaan. Ada dua Negara yang pantas untuk kita tiru bagai memahami sejarah dengan baik yaitu Amerika Dan Myanmar. Belajar dari bangsa Amerika bagaimana menilai dan memahami sejarah Indonesia,”Indonesia tidak punya senjata saja bisa merdeka, bagaimana kalau mempunyai senjata bagus. Maka hati hati dengan kebijakan yang berhubungan dengan militer.”Pertama sikap Amerika itu saya dengar dari seorang Kolonel Ketua Observer 1992 di Kamboja, kemudian 2005 diucapkan oleh Athan Amerika yang menghadiri Upacara Penutupan TAIPUR Kostrad juga mengatakan hal yang sama, berikutnya pada 2016 ada mahasiwa dari Oxpord yang desertasi juga mengatakan hal miripBa,”Bangsa Indonesia hebat mandiri dan kuat, apapun bias dijadikan kekuatan pertahanan dan perlawanan.”gaimana sekarang saya yakin pasti masih sama. Belajar dari Myanmar bagaiaman mereka belajar sejarah. Bangsa Myanmar menyebutkan tentang sejarah Majaphit dalam menghadapi kasus Rohingya dengan mengatakan,”Kalau sikap Rohingya seperti ini terus maka akan menjadi ancaman bagi Myanmar dan kebudayaannya. Dan itu yang dikawatirkan dan dihindari, dimana apa terjadi di Indonesia seperti Majapahit berubah Islam.”
Menciptakan Kebersamaan. Keberagaman menjadi ciri kebangsaan Indonesia, perbedaan menjadi bagian dari kehidupan kebangsaan Indonesia, dan tidak samaan menjadi bentuk bangsa Indonesia. Namun dalam menghadapi perbedaan dan masalahnya bangsa Indonesia tidak mencari dan mempermasalahkan bagian dari perbedaannya, tetapi justru mencari peramaan dan kesamaannya. Itu yang sudah berlangsung dari 1945 diproklamasikan hingga sekarang ini dan selamanya. Walau berdarah darah dalam menyelesaiakan masalah atas keberadaan namun
Nasionalisme Yang Betanggung Jawab. Nasionalisme yang dimaksud adalah sikap kebangsaan yang konsisten terhadap sejarah nasionalisme Indonesia dan perjuangannya, sebaliknya dalam menyikap permasalahan kebangsaan menampilkan sikap yang lebih bijak, tidak serta merta menyalahkan dan mempermasalahkan, semua peristiwa yang terjadi. Tetapi mmampu mengambil pelajaran dan mengavulasi untuk perbaikannya.

KORELASI BAGI TNI DAN PRAJURIT
Dari catatan sejarah keberadaan TNI Dan TNI AD dalam kebangsaan Indonesia terlihat unik dan menarik juga terlihat berbeda. Dari pelajaran sejarah itu membuat bangsa lain berpikir dua kali untuk bermasalah dengan TNI dan bangsa Indonesia. Dalam pandangan lain dari teori perang Belanda memilih bekerjasama dengan Kerajaan dari pada harus bertempur dengan senjata, Jepang selama berkuasa tidak pernah mempermasalahkan Keraton dan Kerajaan, bahkan dari situ Kaisar Jepang menaruh hormat kepada Soekarno ketika berkunjung ke Tokyo, dan Amerika memandang Indonesia memiliki kemampuan lain selain senjata, pemerintah.
Sejarah Bagian Dari Analisa Intelejen. Mungkin banyak Prajurit yang belum paham bahwa salah satu analisa kemampuan musuh dalam pertempuran atau olah yudha adalah sejarah. Dari analisa dan pemahaman sejarah maka kita akan tahu akan diri kita menang atau kalah dalam bertempur. Kelemahan lawan ada di mana, tokoh khrismatik, logistic, mental, atau moral.
Sejarah Bagian Dari Prinsip Kepemimpinan. Komandan Batalyon keatas sering menggunakan ini,”Yang lalu bagaimana?” itulah perilaku dan berpikir sejarah. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan pemimpin satuan adalah memahami sejarah satuan dan tradisi satuannya. Ada satuan di Kostrad, disana ada tradisi kalau Komandan batalyon tidak boleh tidur di Mako atau Kantor Danyon. Pada suatu waktu ada Danyon yang tidak percaya dan melanggar tradisi itu dan semua tradisi satuan dirubah. Apa yang terjadi ? menjabat hanya 3 bulan dan wadannyapun mengalami hal yang sama. Untuk itu harus kita pahami betapa pentingnya sejarah, bagi kehidupan prajurit.
Pemahaman Sejarah Mendukung Tugas Pokok. Memang sejarah bukan salah satu factor yang menentukan, tetapi tanpa sejarah juga tidak akan mungkin tugas pokok dan kesuksesannya dapat dicapai. Ambilah contoh dalam pertempuran,”Corp Perhubungan, tidak akan pernah memenangkan perang dan tidak perlu senjata bagus untuk perang. Tetapi bagaimana perang dapat dimenangkan tanpa perhubungan, dan bagaimana bias bertugas kalau prajurit perhubungan betugas tanpa senjata, bermasalah dengan senjatanya?.”
Kekuatan Teritorial. Teritorial adalah roh dan nyawanya Angkatan Darat, sedangkan tubuhnya adalah organisasi. Karena territorial adalah terdiri dari rakyat dan TNI, dimana TNI mempertahankan dan mengawal sedang rakyat hidup didalamnya. Sejarah didalamnya terdapat dengan apa yang disebut sejarah kerjasama TNI Rakyat. Keberadaan TNI ini yang selalu dipermasalahkan dan selalu berusaha untuk dipisahkan. Untunglah bangsa Indonesia masih peduli dengan sejarah bangsanya hingga keberadaan TNI ditengah tengah rakyat tetap dipertahankan hingga sekarang ini. Kita yakin kalau semua bangsa Indonesia berpikir tentang sejarah dengan tetap sesuai tujuan nasional Indonesia maka bubarkan korem, bubarkan kodim, atau bubarkan koter tidak terjadi.
Sejarah Semangat Prajurit. Mental, Pribadi, dan Pemikiran Cerdas didapat dari berpikir sejarah, dari sejarah kita tahu, dari sejarah kita mengerti, dan dari sejarah kita paham. Tanpa pengertian, tanpa pemahaman, dan tanpa pengetahuan mustahil semua itu didapatkan dan dimiliki. Dengan melihat sejarahnya orang jug akan menghargai dan tidakan berani melecehkan kecuali kita sendiri yang memberi kesempatan untuk orang lain berani melecehkan kita. Oleh karena kita sebagai prajurit terutama pimpinan TNI DAN TNI AD semangat prajurit hingga kini tidak luntur dan tetap terpelihara karena mereka berpikir dari sejarah.
Sejarah Sebagai Landasan Hukum. Pedoman dan Landasan bagi pelaksanaan Tugas Pokok TNI adalah sejarah nasionalisme Indonesia Dan Perjuangannya, yakni Sapta Marga Sumpah Prajuirt, Dan Delapan Wajib TNI. Diperintah atau tidak, dikendalikan atau tidak, dikoordinir atau tidak pelaksanaan tugas pokok ini harus dilaksanakan dan terlaksana. Karena pelaksanaannya menuggu petunjuk Presiden atau Pimpinan TNI, bukan karena dirinya Prajurit TNI, lemahlah salah satu kekuatan TNI dan ini bila terjadi maka menyebabkan TNI kalah perang. Demikian juga secara organisasitaoris TNI Dan TNI AD pemikiran sejarah ini terus perlu dikembangkan hingga pada akhirnya menjadi kekuatan permanen bagi peran TNI dan kebangsaan Indonesia. Dalam catatan sejarah TNI bisa hadir di KPU dan KPK karena landasan sejarah, seluruh komponen bangsa bias sepkat karena memahami sejarah.
Sejarah Memantapkan Spirit Keprajuritan. Spirit keprajuritan adalah ikatan batin dalam organisasi TNI, tanpa spirit ini maka akan timbul masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia. Keterbatasan dimiliki TNI dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya, terpisah oleh lautan luas yang tidak bias dicapai dengan ideal dan normative. Tetapi secara actuality permasalahan tidak terjadi semua prajuirt TNI Dan TNI AD terikat dalam setia dengan yang disebut keprajuritan Indonesia.

KESIMPULAN
Akhirnya tulisan ini harus diakhiri karena adanya keterbatasan halaman, ruang, dan waktu. Namun satu hal yang harus kita yakini bahwa pemahaman sejarah bagian dari strategi memantapkan kehidupan kebangsaan Indonesia dalam bingkai NKRI. Salah satu faktor kekuatan tempur yang menentukan keberhasilan tidak harus dengan memanggul senjata dan perang tetapi bela Negara adalah berpikir dengan benar terhadap sejarah dalam kehidupan kebangsaan Indonesia, serta bagi kelangsungan hidupnya. Manusia yang ada didalamnya dapat hidup rukun damai, tentram, aman, dan sejahtera. Pemikiran yang benar terhadap bangsa dan Negara Indonesia adalah sebuah pemikiran yang benar sejarah nasional Indonesia sejalan dengan Pancasila Dan UUD 1945 yang diresmikan pada tanggal 18 Agustus 1945.
Mendefinisikan kehidupan kebangsaan yang selaras dan sejalan dengan prinsip hidup bangsa Indonesia yang sudah selama berjalan aman dan tenang. Adalah keinginan bagi kita prajurit TNI Dan TNI AD. Pemahaman sejarah adalah salah satu kegiatan untuk memelihara kemampuan mental, semangat, dan jiwa keprajurit sesuai dengan sejarah nasionalisme Indonesia, perjuangan dan perjuangan TNI.
Sebagai perwujudan ketahanan nasional yang mantap adalah terjaminnya arah tujuan nasional Indonesia dan cita cita nasional Indonesia yang sudah diperjuangan dari tahun 1945 hingga sekarang ini, bukan bercorak dari bangsa lain. Pemahaman sejarah nasionalisme Indonesia dan perjuangannya serta pemikiran permanen terhadap peranan TNI adalah factor yang menentukan untuk memelihara imunitas kebangsaan Indonesia.
Tak ada gading yang tak retak dan tidak ada manusia yang sempurna. Tulisan ini jauh dari sempurna dan tulisan ini juga jauh dari kata yang lengkap, namun saya berkeyakinan walaupun hanya sedikit tulisan ini memiliki sebuah manfaat yang berguna untuk membangun kehidupa kebangsaan Indonesia yang lebih dari sekarang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here