Menunggu Regulasi Mendikbud, Sekolah 5 Hari Akan Diberlakukan

7
121804
Ilustrasi

KantorBerita.id, Maluku Utara – Proses pelaksanaan belajar-mengajar di tahun ajaran 2017-2018 di Kota Tidore Keulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut) akan di berlakukan hanya lima hari, berdasarkan aturan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy,  lantaran adanya perubahan jam sekolah yang sebelumnya 6 hari menjadi 5 hari yakni Senin hingga Jumat.

Kebijakan baru tersebut meliburkan aktifitas belajar mengajar pada Sabtu, Diknas masih menunggu regulasi resmi. Keputusan ini berlaku untuk sekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK), dan/atau sekolah yang sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya masih menunggu regulasi secara resmi dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Namun demikian, pihaknya mendukung bila mana kebijakan baru tersebut diberlakukan.

“Kami mendukung kebijakan baru dari Pak Menteri itu. Tetapi kami masih harus menunggu regulasinya. Kita bisa bicara lebih selain regulasinya suda ada, kalau masih sebatas informasi maka kami belum bisa menjadikannya dasar,” jelas Ismail.

Menurutnya, bila kebijakan baru tersebut diberlakukan lebih baik, sebab anak-anak memiliki waktu istirahat yang cukup untuk melakukan kegiatan di luar rutinitas mereka selama 5 hari di sekolah. Walaupun demikian, semuanya akan dikembalikan ke masing-masing daerah.

“Konsep Pak Menteri itu bagus, karena dia mengurangi waktu belajar-mengajar dari 6 hari menjadi 5 hari, namun waktu di sekolah menjadi lebih panjang. Tinggal kita kondisikan dengan daerah masing-masing, karena yang 6 hari pulangnya jam 1 tetapi yang 5 hari pulangnya hampir jam 3 dan ada yang setengah 4,” tuturnya. (oi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here