Palsukan TTD dan Tilep Gaji, Kades Kurapasi Terancam 6 Tahun Penjara

0
265377
Ilustrasi

KantorBerita.id, Maluku Utara – Penyidik reskrim Polres Halbar, akhirnya resmi menetapkan Kades Kuripasai, Joshua Mesdila, sebagai tersangka dalam kasus pemalsuan tandatangan, yang dilaporkan pada tahun 2017 lalu.

Penetapan Joshua sebagai tersangka, berdasarkan upaya penyelidikan berupa pemeriksaan saksi, maupun pengumpulan barang bukti. Tidak membutuhkan waktu lama, berdasarkan SK, Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) bernomor SP-Sidik/27.a/VIII/2017/Reskrim, tanggal 21 Agustus 2017, status Joshua, resmi jadi tersangka.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan Joshua, lantaran nekat memalsukan tandatangan milik Ludia Duma, selaku Sekdes aktif ketika melakukan pencairan anggaran dan pengurusan administrasi lainnya.

Tidak sampai disitu, Joshua bahkan nekat meniru tandatangan Ludia, di setiap pencairan gaji milik Ludia. “Berkasnya sudah tahap I, namun masih dilengkapi penyidik, sebab berkas yang sebelumnya sempat diserahkan ke Jaksa dikembalikan lantaran ada yang belum lengkap,” kata Kasat Reskrim, AKP Said Aslam pada, sejumla wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/01/2018).

Said juga menambahkan, kasus pemalsuan dokumen ini masih dalam proses penyidikan. “Kalau nanti berkasnya sudah dikembalikan ke Jaksa (P21), dan dianggap lengkap, maka akan ditindaklanjuti dengan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II),”tegas Said.

Sementara pasal yang dikenakan terhadap Joshua, yakni 263 ayat 1 dan ayat 2 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara, maksimal 6 tahun. “Tersangka tidak kita tahan karena koperatif. Nanti kalau sudah tahap II, maka tinggal kewenangan jaksa untuk melakukan penahanan,”jelas Said.

Terpisah, Kajari Halbar Satya Markandeya, mengatakan, pengembalian berkas ke penyidik lantaran ada yang belum lengkap. “Sesuai petunjuk dari kami, unsur formil harus dipenuhi,”aku Kajari, diruang kerjanya.

Sedangka Ludia, selaku Sekdes aktif, menyatakan jika semenjak diangkat menjadi sekdes, berdasarkan SK bupati dirinya belum pernah menerima gaji. “Saya belum pernah menerima gaji, dan uangnya kemana, saya juga tidak tau, sebab saya juga sudah diganti secara sepihak oleh kades,” singkat Ludia. (Iwn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here