Panwaslu Siap Lawan Politik Uang dan Isu SARA di Tikep

221
244199

KantorBerita.id, Maluku Utara, Panitia Pengawasan pemilihan Umum (Panwaslu)  Kota Tidore Kepulauan menyatakan komitmennya untuk menolak dan  melawan politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 Propinsi Maluku Utara Hususnya Kota Tidore Kepulauan. Komitmen itu Di sampaikan Pimpinan Panwaslu Kota Tidore Kepulauan, Kordinator Hukum dan Penindakan, Bahrudin Tosofu, Bahwa Persiapan Deklarasi Nantinya dipusatkan di Open Space Kota Tidore Kepulauan nanti.

“Komitmen ini menjadi kunci bagi kita semua untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye Pilkada,” kata Pimpinan Panwaslu Kota Tikep, Sabtu, (10/02/2018).

Dia mengatakan, politik uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. semua elemen Masyarakat  wajib nyatakan lawan pada politik uang. Sebab, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

“Sedangkan, politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia Dan Kota Tidore Yg Kita cintai ini,” Imbuhnya.

Pilkada sebelumnya, kata dia, Panwaslu mencatat Ada Beberapa Kecamatan yang rawan melakukan praktik politik uang. Ini juga Harus di sadari oleh Seluruh masyarakat Ketika oknum yang Tidak bertangunjawab membagi uang untuk kepentingan Tertentu Maka Harus melaporkan ke panwaslu Kota Tidore kepulauan. (Oi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here