Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Deklrasikan Pilkada Damai

40
208481

KantorBerita.id, Maluku Utara – Pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Malut berkomitmen ciptakan pemilihan gubernur Malut damai dan aman, komitmen ini melalui pembacaan ikrar pilgub damai secara bersama-sama oleh empat paslon yakni paslon nomor urut 1 Ahmad Hidayat Mus-Rivai Umar (AHM-RIVAI), Paslon nomor urut Burhan Abdurahman-Ishak Jamaludin (BUR-JADI), Paslon nomor urut 3 Abdu Gani Kasuba-M. Al Yasin Ali (AGK-YA) dan paslon nomor urut 4 Muhammad Kasuba-Majid Husen (MK-MAJU). Di acara deklarasi Pilkada damai di laksanakan oleh KPU Malut, Minggu (18/02/2018).

Ikrar Pilgub damai yang dibacakan empat Paslon itu berbunyi bersama tim kampanye, relawan dan pendukung akan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan pancasila dan UUD RI, siap menciptakan pemilihan gubernur dan wakil gubernur provinsi Maluku Utara tahun 2018 yang demokratis, damai, berintegritas dan bermartabat, menolak politik uang, politisasi SARA, hoaks dan santun dalam melakukan kampanye tanpa kampanye hitam, tunduk dan patuh terhadap peraturan Perundang-undangan yang berlaku, serta siap terpilih dan merangkul tidak terpilih, serta siap tidak terpilih dan mendukung yang terpilih, demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Malut.

Ketua KPU Malut Syahrani Somadayo kepada wartawan mengatakan, ikrar Pilgub damai yang sudah dibacakan dan ditandatangi kesemua Paslon itu, akan dipajang ke seluruh posko masing-masing Paslon. Tujuannya, agar setiap saat tim maupun paslon terus melihatnya sehingga tidak lupa akan ikrarnya tersebut.

“Kami juga akan foto copy naskah ikrar sebanyak mungkin untuk disebarkan kemana-mana, agar masyarakat juga bisa mengawal janji Paslon,” ucapnya, sembari berharap Pilkada gubernur berjalan sesuai janji yang diucapkan masing-masing paslon.

Sementara Ketua Bawaslu Malut, Muksin Amrin menegaskan momentum deklarasi ini penting dijadikan batu loncatan dalam mensukseskan Pilkada untuk semua Paslon.

Dikatakannya, pelaksanaan Pilkada sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelanggara Pemilu semata,tapi menjadi tanggung jawab bersama, baik penyelenggara pemilu, peserta pemilu, partisipasi pemilu, maupun pemerintah. “Bila empat komponen ini berpegang teguh dan memiliki niat yang suci, maka proses Pilkada tidak jadi masalah. Sebab, prinsipnya kampanye itu hanya menyampaikan visi dan misi, tidak lain dari pada itu,” tegasnya.

Muksin juga berpesan agar menghindari pernyataan-pernyataan provokatif, pernyataan mengajak untuk melakukan adu domba dan sebagainya, sehingga efek persolan yang sebelumnya terjadi di Pilgub 2013 silam tidak terulang lagi.

“Empat Paslon ini diberikan kesempatan 128 hari untuk menyampaikan program dan visi misi dalam rangka meyakinkan public untuk menentukan pilihan. Tapi tidak boleh mengadu domba, apalagi klaim kawasan dan etnis,” tutupnya. (Fir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here