Pemkot Tidore Tak Respon Program Biaya Kuliah Gratis Anak Yatim Piatu

40
22614
Sofyan Danobagus

KantorBerita.id, Maluku Utara – Salah satu program yang digagas Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Tidore Mandiri (STMIK-TM) yakni gratiskan biaya kuliah bagi anak yatim piatu yang mendaftar di STMIK-TM, tidak direspon baik Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara. Padahal program yang telah dijalankan STMIK-TM selama tiga tahun terakhir itu sangat membantu anak yatim piatu yang melanjutkan jenjang pendidikan di STMIKI-TM.

Sebab, program yang telah meluluskan sekitar 20 mahasiswa yang orang tuanya sudah meninggal tersebut, belum juga mendapat perhatian pemerintah. Hal itu disampaikan Ketua I bidang Akademik kampus STMIK-TM, M. Dobagus. “Sampai 3 tahun berjalan ini, program yang kami gagas terkait dengan pembebasan biaya kuliah bagi anak yatim piatu, saya melihat pemerintah tidak merespon. Padahal saya sudah suarakan cukup lama,” kata Sofyan  Donobagus, Minggu (07/05/2017).

Ia menjelaskan, kemajuan pendidikan harusnya menjadi tanggung jawab bersama antara semua stakholder berupa pemerintah maupun masyarakat, sehingga mampuh menciptakan pembangunan SDM yang baik. “Namun saya melihat pemerintah sepertinya belum paham,” tuturnya.

Sofyan Danobagus yang juga menjabat Ketua Forum Perguruan Tinggi Maluku Utara itu menilai, harusnya pemerintah bersikap profesional dengan tidak menjadikan kampus sebagai lawan politik.

“Saya melihat bahwa tidak ada sinkronisasi antara pengelola perguruan tinggi di kota Tidore dengan pemerintah yang berjalan saat ini. Jangan melihat perguruan tinggi sebagai lawan politik, karena perguruan tinggi tidak menjalankan program politik tetapi hanya menghasilkan para sarjana. Kalau soal politik itu kaitannya dengan oknum, jadi jangan melihat lembaganya,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, soal kemajuan pendidikan berkaitan dengan sumber daya manusia (SDM) harusnya menjadi tanggung jawab bersama. “Perkembangan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi di kota Tidore belum ada respon yang dominan dari Pemerintah,” cetusnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada pihak pemerintah daerah, agar bersama-sama bergandengan tangan untuk memajukan pendidikan di daerah ini. Selain itu, dirinya juga meminta program yang telah di gagas berupa gratis biaya kuliah anak yatim piatu dapat diperhatikan pemerintah daerah.(OI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here