KantorBerita.id-Jakarta.

Terkait dengan hasil penemuan Honda Palsu dibeberapa daerah di Indonesia, hari ini Kamis (28/04), PT. Honda Power Products Indonesis (HPPI) memusnahkan sekitar 9 dari 13 unit yang terdiri dari mesin penggerak, mesin air, dan generator/genset merek Honda yang palsu di pelataran kantor PT.HPPI dibilangan Kebayoran Lama, Jakarta.

P_20160428_153018

Produk bermerek HONDA yang dipalsukan dalam kasus ini adalah mesin serba guna (mesin pengerak). Mesin serbaguna ini di pakai sebagai mesin pengerak pada pompa compressor, pompa air, generator/genset dan mesin-mesin lainnya yang membutuhkan mesin penggerak ini.

 

Pelaksanaan Pemusnahan ini adalah hasil sitaan penindakan di Timika berasal dari Toko Sriman Sulitama dan Toko Kencana Motor, sedangkan dari Sengkang (Sul-Sel) berasai dari Toko Asbarindo Utama.

 

Berawal laporan informasi yang diterima dari masyarakat tentang beredarnya barang palsu merek Honda ini maka pihak Honda segera melakukan investigasi dan bekerja sama dengan para distributor resmi Honda  yang mengetahui perkembangan sepak terjang peredaran barang palsu di setiap daerahnya.

 

Pemusnahan sebelumnya sudah dilaksanakan di Rupbasan Jayapura, tanggal 25 Februari 2016 dengan jumlah barang bukti yang dimusnahkan berjumlah 19 unit yang terdiri dari mesin penggerak, mesin pompa air, dan genset hasil sitaan 3 toko di Jayapura, yaitu Toko Medan Java, Toko Buana dan Toko Loyal Java.

 

 

“Perusahaan Honda sudah berusaha bertahun-tahun menjaga kualitas membangun nama baik untuk perusahaannya sendiri, dalam kasus ini ada beberapa pihak yang merugikan konsumen Honda, maka kami sangat peduli dan bekerja keras untuk menghentikan peredaran barang produk-produk Honda yang palsu di Papua, Sulawesi dan Kalimantan,” kata Yoshie Yamamoto, President Director Hakindah sebagai kuasa hukum Honda.

 

Terkait kasus dengan pemalsuan mesin serbaguna ini pihak Honda sudah Iaporkan ke Mabes Polri dengan Tempat Kejadian Perkara di Provinsi Sulawesi Selatan (Sengkang), Papua (Timika, Jayapura, Merauke), dan Surabaya.

 

“Saya sangat apresiasi atas kerjasama yang baik dari pihak Mabes Polri yang membantu kami dalam menanggani kasus pemalsuan produk Honda ini,” ungkap Takashi Hamasaki, President Director PT. Honda Power Products Indonesia.

 

Adapun kasus pemalsuan produk HONDA ini merupakan pelanggaran Pasal 90, 91 dan 94 Undang-Undang Republik Indonesia No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek dengan Ketentuan Pidana adalah kurungan paling lama 1 (satu) – 5(lima) tahun atau denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) – Rp. 1.000.000.000.00 (satu miliar rupiah).

 

Dalam perjalanan kasus ini, para terlapor mengakui kesalahannya dan membuat pernyataan bahwa tidak akan menjual kembali produk HONDA palsu lagi serta memasang pernyataan permohonan maaf di surat kabar Iokal. Adapun jika dikemudian hari didapati melakukan pelanggaran yang sama terhadap merek HONDA ini maka mereka setuju untuk menerima semua Ketentuan yang berlaku.

P_20160428_142441

M. Nasrus sebagai Assitant Manager Marketing & Sales HPPI menghimbau agar konsumen sebelum membeli produk Honda bisa lebih dahulu membuka website untuk melihat dealer atau produk-produk Honda yang resmi, untuk di daerah nanti akan terlihat logo dealer resminya.

 

“Kami sarankan agar konsumen hanya membeli produk kami di dealer atau agen Resmi Honda saja dan perhatikan ada tidaknya kartu garansi karena itu penting untuk mendapatkan produk yang asli,” ujar M. Nasrus

 

“Kami sudah memiliki 200 dealer resmi, ada hampir di seluruh pelosok Indonesia, dan teamsos kami juga selalu mengadakan sosialisasi mengenai produk kami di daerah bekerja sama dengan dinas pertanian, dinas perikanan untuk mendatangi kelompok petani dan nelayan untuk menjelaskan produk-produk kami, dan secara regular pun kami melakukan service campaign dengan mendatangi konsumen untuk pemeriksaan mesin,” paparnya lebih lanjut.

 

CutDewi/KantorBerita.id/Mewartakan//

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here