Pengecer Melanggar HET Terancam Dikenakan Sangsi

16
245808
Ilustrasi

KantorBerita.id, Maluku Utara – Pedagang Penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa jenis bensin, solar maupun minyak tanah eceran bersubsidi yang berada di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara (Malut) terancam dihentikan penjualanya, karena dalam waktu dekat Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM akan melakukan penertiban Harga Eceran Tertinggi (HET).

Pasalnya, seluruh pedagang BBM diduga melakukan penjualan tidak sesuai dengan HET yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Tidore.

Kadis Perindakop Saiful Bahri Latif, kepada sejumlah media usai mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor walikota (02/10/2017) mengatakan, banyaknya para pengecer yang tidak memenuhi edaran yang di keluarkan Dinas Perindakop terkait dengan aturan harga yang di tentukan.

“Perindakop bakal tertibkan pedagang eceran yang melanggar HET yang sudah di keluarkan, namun jika ada temuan para pedagang pengecer yang keluar dari masalah itu, maka dinas dan APMS siap memberentikan usaha tersebut, agar bisa memberikan efek jera para pedagang tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, sangksi kepada pesagang eceran melakukan kenaikan harga secara sepihak berupa pemilik APMS tidak lagi diberikan jatah kepada pengecer lantaran sudah di sepakati kedua belah pihak. (Oi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here