Peranan Pegawai Rutan Labuha tak Sebatas Penadah

1
152051
Barang bukti Mobil yang diamankan Polres Halsel

KantorBerita.id, Maluku Utara – Kepolisian Halmahera Selatan terus mengembangkan kasus pencurian barang-barang elektronik yang melibatkan Halis Sidik (27), pegawai Kementerian Hukum dan HAM yang bertugas di Rumah Tahanan Labuha. Pasca menangkap pelaku kedua, AVS alias Alan (17), polisi mendapatkan pengakuan yang berbeda antara Alan dengan keterangan awal Halis. Jika Halis mengaku hanya bertindak sebagai penadah, lain halnya dengan pengakuan Alan kepada polisi.

Dalam keterangannya, Alan yang juga warga Tomori, Kecamatan Bacan itu mengaku telah melakukan pencurian di SMK Kesehatan Nurul Hasan di Desa Wayamiga, Kecamatan Bacan Timur. Saat mencuri, ia tak sendiri. Juf alias Jefri (26), rekannya yang hingga kini masih buron juga ikut melakukan tindak pencurian.

“Sehabis mencuri saya dan Juf simpan barang di semak-semak samping bangunan kantor STP Labuha. Kemudian saya dan juf datangi Halis untuk sampaikan hasil curian,” ungkapnya kepada penyidik.

Setelah mendapat laporan, Alan dan Juf beserta Halis lalu menuju lokasi penyimpanan barang. Mereka menggunakan mobil yang disetir Halis. Keterangan tersebut menguatkan peranan Halis yang tak hanya sebagai penadah dalam kasus tersebut.

“Sesuai pengakuan tersangka Alan di hadapan Penyidik saat dimintai keterangan, barang hasil curian disimpan di semak-semak. Sehabis itu, tersangka Alan dengan tersangka Juf datangi tersangka Halis untuk sampaikan hasil pencurian mereka. Selanjutnya tersangka Halis menggunakan mobil bersama-sama kedua tersangka menuju TKP penyimpanan barang curian,” terang Kapolres AKBP Irfan S.P. Marpaung, Sabtu (13/01/2018).

Berdasarkan pengakuan Alan, penyidik lalu mengkonfrontirnya dengan Halis. Kepada penyidik, Halis akhirnya membenarkan semua keterangan Alan.

“Dengan demikian penyidik berkesimpulan bahwa peranan tersangka HS bukan sebatas sebagai penadah namun juga sebagai tersangka kasus pencurian,” sambung Kapolres.

Pasal berlapis pun dikenakan oleh penyidik terhadap Halis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke (3) ke (4)dan ke (5) Sub pasal 480 ayat (1) KUHP untuk kasus pencurian dan penadahan dengan ancaman hukuman 9 tahun kurungan penjara.

“Barang bukti berupa mobil yang digunakan para pelaku saat ini diamankan di Polres guna kelanjutan proses penyidikan selanjutnya,” tandas Kapolres. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here