Petugas Puskesmas Labuha Diduga Lakukan Pungli

0
225001
Puskesmas Labuha Pemkab Halsel

KantorBerita.id, Maluku Utara – Dugaan praktek korupsi dalam bentuk pungutan liar di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), semakin merajalela. Sebab, dugaan praktek pungli juga terjadi di bidang kesehatan.

Dugaan peraktek pungli terungkap setelah adanya keluhan dari masyarakat terkait biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu yang dikenakan pada warga saat mengurus surat di Puskesmas Labuha.

“Setahu kami urusan administrasi itu sudah tidak dikenakan biaya,” kata Ona, salah satu warga Desa Hidayat kepada KantorBerita.id, Kamis (07/12/2017).

Biaya yang diminta petugas di Puskesmas Labuha, saat masyarakat mengurusi surat keterangan untuk pembuatan akte kelahiran. “Saya kemarin minta satu lembar surat keterangan untuk mengurusi akte kelahiran anak kami di Puskesmas Labuha, tapi ada petugas yang minta harus bayar Rp 25 ribu,” katanya.

Ona mengaku, sebagian besar masyarakat menuruti permintaan itu, demi mendapat lembaran surat keterangan dari Puskesmas. “Tetangga kami di kampung banyak yang sudah kasih uang itu,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Halsel dr. Juri Hendrajadi saat dikonfirmasi KantorBerita.id mengaku, penarikan dalam bentuk uang tak diperbolehkan, apalagi menyangkut kepengurusan administrasi. “Tidak ada dasar pembayaran Rp 25 ribu itu. Saya juga baru dengar,” tutur Juri. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here