PH Nilai Musrad Tidak Berencana Bunuh Bidan Afifah

2
866849

KantorBerita.id, Maluku Utara – Kasus pembunuhan bidan Afifah Arahman yang bertugas di Pustu Dowora, Kecamatan Tidore Timur, telah memasuki sidang ke Sembilan.

Sidang yang dipusatkan Pengadilan Negeri Soasio, pada Selasa (12/09/2017), Penasehat Hukum (PH) terdakwa Musrad H jafar menilai, kliennya tidak terbukti melakukan pembunuhan seperti apa yang di tuduhkan Penuntut umum pada replik yang di sampaikan beberapa waktu lalu.

PH terdakwa Musrad, Rahim Yasim, mengatakan, JPU tidak dapat membuktikan terdakwa melakukan tindak pembunuhan terhadap bidan tersebut, Sehingga terdakwa tidak bisa di jerat dengan pasal pembunuhan berencana dan terdakwa patut dibebaskan dari segala tuntutan.

“Tidak ada alat bukti yang cukup untuk mendukung semua dakwaan JPU. Terdakwa tidak terbukti secara sah bersalah melakukan pembunuhan berencana, karena dari keterangan dokter bahwa bidan Afifah meninggal karena kehabisan oksigen, bukan di rencanakan pembunuhan selain itu gunting yang di gunakan bukan membunuh tetapi memotong tali jemuran. Jadi terdakwa harus diputuskan bebas dari seluruh dakwaan,” ungkapnya kepada sejumlah wartawan di halaman kantor Pengadilan Negeri soasio.

selain itu kata dia, Duplik yang di bacakan penasehat hukum atas Replik yang dibacakan JPU pada sidang sebelumnya, ada sejumlah poin di dalam duplik menjelaskan terkait dengan tali yang dituduhkan di leher korban, korban masih dalam keadaan hidup dan belum meninggal. Sehingga, unsur merampas nyawa orang lain tidak terpenuhi, sesuai dengan fakta persidangan yang terjadi.

“Maka dengan itu selaku Penasehat Hukum tidak sependapat dengan Replik dari JPU karena dalam pledoi yang dibacakan oleh penasehat hukum, telah menguraikan secara terperinci syarat-syarat dari pembunuhan berencana. Namun yang di tuduhkan tidak sesuai dengan pasal yang di sangkakan,” ujarnya.

Selain itu, Penasehat Hukum Terdakwa berkeyakinan, pihaknya, Ketua dan Majelis Hakim sudah sependapat.

“Dakwaan pada terdakwa Musrad Hi Jafar tidak terbukti secara sah dan majelis akan memutuskan seperti apa yang di sampaikan Nota pembelaan,” tuturnya. (Oi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here