Polda Pertebal Pengamanan Pulau Morotai

271
48944
Kapolda Maluku Utara, Tugas Dwi Apriyato

KantorBerita.id, Maluku Utara – Kepolisian Daerah Maluku Utara (Malut), akan mempertebal pengamanan di Kabupaten Pulau Morotai pada lebaran nanti. Sebab, Pulau Morotai Provinsi Maluku Utara, hingga kini masih menjadi titik fokus pengamanan TNI dan Polri, untuk mengantisipasi masuknya kelompok Isis dari Philipina.

“Saat ini sebagian personil gabungan telah dipertebalkan untuk melakukan pengamanan khusus di Morotai, sebab ini merupakan instruksi langsung dari Kapolri unuk memperketat Morotai,” kata Kapolda Malut Bgrigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto, kepada kantorberita.id, Jumat (16/06/2017).

Ia menjelaskan, Pulau Morotai menjadi perhatian khusus sebab, jarak antara Merawi Filipina dan Morotai sama dengan Sulawesi Utara (Sulut). Selain itu, penduduk Morotai mayoritas muslim sehingga, pihaknya meyakini kelompok Isis lebih memilih ke Morotai karena lebih nyaman dibanding ke Sulteng yang penduduknya mayoritas Nasrani.

“Penduduk di Malut banyak muslim yang bisa sama-sama dengan mereka, selain itu banyak pulau-pulau tidak berpenghuni yang bisa membuat mereka sanang,” terangnya.

Selain Morotai, pihaknya juga melakukan pengawalan di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) sebab, Kabupaten tersebut berbatasan langsung dengan samudera pasifik, tidak menutup kemungkinan kelompok Isis Merawi masuk.

“Sekarang Marawi sendiri sudah mulai diserang oleh pemerintah Filipina, sehingga kemungkinan orang eksodus keluar dari Marawi itu sangat cukup besar,” akunya.

Dwi Tugas juga mengaku, selain mengantisipasi orang-orang eksodus Marawi, Polda Malut juga mewaspadai orang-orang Malut yang pada awalnya sempat menjadi simpatisan-simpatisan. “Mereka yang terindikasi simpatisan, kami terus mengikuti pergerakan mereka, dan jika ada pergerakan yang mencurigakan maka saya perintahkan untuk tangkap,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi masuknya kelompok ISIS di Malut, Kapolda mengajak, seluruh masyarakat di Provinsi Malut untuk tetap tenang dan tetap menjadi mata dan telinga dari aparat keamanan, sebab aparat tidak akan bisa bekerja jika tidak ada bantuan dari masyrakat.

“Saya telah himbau untuk kembali mengaktifkan pos kamling serta wajib lapor untuk orang-orang baru kepada aparat desa, dan jika ada pergerakan atau informasi tentang hal-hal yang di curigakan masyarakat segara melaporkan ke kepolisian terdekat,” terangnya. (heroe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here