Polres Halsel Amankan Ribuan Liter BBM Ilegal

0
178335
Barang bukti BBM ilegal yang di Amankan

KantorBerita.id, Maluku Utara – Kepolisian Halmahera Selatan berhasil mengamankan 5.300 liter Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal. BBM tersebut diselundupkan dari Ambon ke Pulau Obi. Empat tersangka turut ditangkap untuk penyelidikan lebih lanjut.

Penangkapan tersebut dilakukan tim gabungan Resintel Polres Halsel di pesisir pantai Desa Madapolo, Kecamatan Obi Utara, Sabtu (13/01/2018) sekira pukul 23.30 WIT. Dalam peristiwa tersebut, tim yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Gede Agus Putra Atmaja itu mengamankan satu perahu fiber bernama Riskia Wati. Fiber tersebut mengangkut 3.740 liter bensin Premium dan 1.560 liter minyak tanah yang dikemas di dalam jerigen.

Ribuan BBM ilegal itu diangkut dari Dusun Telaga Nipa, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram, Maluku. Rencananya, BBM tersebut akan diperjualbelikan kepada masyarakat Obi.

“Penangkapan ini atas informasi dari masyarakat tentang adanya pasokan minyak yang masuk di wilayah Obi secara ilegal. Saya lalu perintahkan bentuk tim untuk turun ke lapangan mengecek kebenaran informasi tersebut. Selanjutnya, tepatnya Sabtu, 13 Januari 2018, tim berhasil mengamankan satu kapal fiber yang berisikan BBM jenis bensin dan minyak tanah,” ungkap Kapolres Halsel AKBP Irfan SP Marpaung, Senin (15/01/2018).

Berdasarkan keterangan nahkoda kapal, BBM tersebut dilepas ke pasaran seharga Rp 8.500 per liter untuk bensin dan Rp 4.500 per liter untuk minyak tanah. Atas penangkapan tersebut, kepolisian menetapkan empat orang tersangka, yakni AB, HB, H dan RB.

“Ini bukan pertama kalinya para tersangka memasok BBM ilegal dari Seram ke Kepulauan Obi. Sebelumnya dilakukan pada bulan Desember 2017. Kali ini tim gabungan berhasil menangkap mereka,” tutur Kapolres.

Menurut Irfan, BBM yang dipasok tersebut tak memiliki faktur penjualan dari Pertamina Maluku serta tidak memiliki izin pengangkutan minyak bersubsidi. Dengan begitu, ia dikategorikan ilegal.

“Menyalahi aturan pengangkutan dan perniagaan BBM sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 Pasal 53 (b) yang menyebutkan pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling tinggi Rp 40 miliar, dan huruf (d) yang menyebutkan, niaga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling tinggi Rp 30 miliar. Serta Pasal 55, setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar,” terang Irfan.

Saat ini, keempat tersangka beserta barang bukti tengah diamankan di Mapolres Halsel untuk penyidikan lebih lanjut. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here