Pungli Merajalela di Halsel, Orang Tua Siswa Resah

1
156861

KantorBerita.id, Maluku Utara – Dugaan praktek pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah mulai dari tingkat SMA dan SMP di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kembali meresahkan masyarakat. Para orang tua siswa melaporkan, pungutan diberlakukan pihak sekolah tanpa memperhatikan kondisi ekonomi siswa.

“Untuk pengambilan ijazah saja, orang tua siswa dibebankan masing-masing sebesar Rp.200 ribu. Menurut pihak sekolah, uang itu dibagi untuk pembangunan pagar sekolah dan administrasi ijazah,” kata Sukardi, orang tua siswa SMA Negeri 2 Labuha, kepada KantorBerita.id, Kamis (09/11/2017).

Menurutnya, selain di SMA Negeri 2 Labuha, dugaan pungli juga terjadi di MTs LPM Hidayat, dimana setiap siswa dibebankan senilai Rp.30 ribu per siswa. “Biaya puluhan ribu ini untuk administrasi legalisir ijazah,” ungkapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Diknas) Pemda Halmahera Selatan, Umar Iskandar Alam, saat dikonfirmasi menegaskan, Diknas melarang keras pihak sekolah melakukan tindakan pungli tersebut. Praktek-praktek semacam itu, katanya, tidak dibenarkan apalagi jika membawa nama Diknas. “Kami tetap melarang keras soal pungli. Kalau kedapatan pihak sekolah akan dipanggil,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika ada bayaran administrasi yang dibebankan kepada orang tua siswa sebagian besar merupakan kesepakatan Komite Sekolah melalui rapat bersama. “Jadi ada yang namanya kesepakatan Komite Sekolah dengan orang tua murid, dan hanya bersifat sumbangan tanpa ada paksaan”,tandasnya.(iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here