Lembaga donor asal Amerika Serikat USAID-HELM menghadirkan program pusat ketenagakerjaan untuk menjawab persoalan pengangguran intelektual dari perguruan tinggi.

“Program baru kami yakni Career Development Center (CDC) atau pusat pengembangan karier dan ketenagakerjaan ini merupakan satu hal penting untuk para alumni perguruan tinggi,” kata Koordinator USAID-HELM Regional Barat, Parapat Gultom pada lokakarya ‘Strengthening the Role of CDC’ di Makassar, Selasa (15/3/2016).

Dia mengungkapkan, selama ini masih ada beban pada perguruan tinggi yang tidak memiliki unit CDC. Sedangkan kampus yang sudah memiliki CDC perannya belum terlalu optimal.

CDC, tutur Parapat, bagi sejumlah perguruan tinggi masih dinilai tidak penting karena adanya asumsi bahwa tugas perguruan tinggi hanya mengantarkan mahasiswanya hingga wisuda atau mendapatkan gelar.

“Padahal sebenarnya juga bertanggung jawab terhadap alumninya untuk membantu mencarikan peluang kerja, sehingga tidak menjadi sarjana pengangguran,” terangnya.

Dia memberikan gambaran CDC yang sudah berjalan baik, yakni di Institut Teknologi Bandung (ITB), sehingga lulusannya dapat diterima di bursa kerja.

“Hal itu karena adanya jalinan informasi yang kuat dengan mahasiswa dengan para alumni, termasuk perusahaan atau lembaga dalam dan luar negeri,” imbuhnya.

Dengan adanya informasi dan pelatihan kepada mahasiswa ataupun para alumninya sebelum memasuki dunia kerja, Parapat berharap mampu menumbahkan kecintaan pada almamater. Pada kesempatan itu, dia turut menyayangkan Ikatan Alumni (Ika) masih kurang berperan.

Selain program CDC, USAID-HELM dalam lima tahun terakhir juga memiliki program kerjasama dengan lima perguruan tinggi di luar negeri untuk mendukung program aksi penelitian, penjaminan mutu dan manajemen tata kelola keuangan dan manajemen risiko MAKASSAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here