Sentuhan Tangan Julhaidi Talib Untuk Desa Kaputusang

0
226873
Jalan Desa Kaputusang Kecamatan Bacan, Sepanjang 1000 Meter, Baru di Bangun Tahun 2017

KantorBerita.id, Maluku Utara – Desa Kaputusang, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan terbilang beruntung memiliki kepala desa seperti Julhaidi Talib. Sejak dilantik Januari 2017 lalu, Julhaidi terus melakukan terobosan pembangunan infrastruktur desa.

Berbagai pembangunan yang digagas Julhaidi diantaranya pengerjaan jalan sirtu sepanjang 1 kilometer, melengkapi gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan permainan anak dan mobiler perkantoran, pembangunan gedung PKK, dan pembangunan gudang desa. “Jalan yang disirtu itu sebelumnya hanya jalan setapak tanah,” ungkap Kaur Kesejahteraan Desa Kaputusang Salim Latif, Kamis (15/02/2018).

Tak hanya itu, Desa Kaputusang di bawah kepemimpinan Julhaidi juga melakukan pemberdayaan 4 unit tenti, membangun MCK bantuan untuk masyarakat kurang mampu sebanyak 16 unit, serta melakukan pengadaan 200 bibit cengkih dan 200 bibit pala. “Untuk MCK sebagian belum terbagi, masih dalam proses,” sambung Salim.

Julhaidi juga menyalurkan bantuan untuk 40 warga lanjut usia dengan anggaran sebesar Rp 12 juta, serta pengadaan kelengkapan sound system. “Seluruh pembangunan ini sudah dinikmati oleh warga Desa Kaputusang,” ujar Salim.

Jalan Desa Kaputusang Kecamatan Bacan Sebelum di Bangun
Jalan Desa Kaputusang Kecamatan Bacan Sebelum di Bangun

Pada 2018 ini, sesuai hasil rapat musyawarah desa, Kaputusang akan mengerjakan proyek peningkatan air bersih, pembentukan BUMDes, dan melakukan rehab drainase sepanjang 100 meter.

Sayangnya, Julhaidi boleh dibilang harus bekerja sendiri membangun desanya. Pasalnya, peran Ketua Badan Permusyawaratan Desa dan Kaur Pemerintahan boleh dibilang sama sekali tak ada. Kedua pejabat tersebut nyaris tak pernah menginjakkan kaki di Kaputusang semenjak dilantik. Meski begitu, keduanya disebut terus menuntut hak mereka ke pemerintah desa.

Sebelumnya, pihak BPD bahkan sempat mengkritisi Kades Julhaidi. Julhaidi dituding tidak terbuka dalam pengelolaan anggaran Dana Desa. Namun kritikan BPD dibantah ratusan warga Kaputusang. Menurut warga, selama masa kepemimpinannya Julhaidi selalu transparan. “Buktinya besar anggaran dan penggunaan anggaran DD maupun ADD dipampang di baliho berukuran besar yang bisa dilihat semua warga. Karena itu protes BPD tidak searah dengan keinginan masyarakat desa,” terang Salim. terbukti adanya baliho ukuran besar yang diperlihatkan warga. Menurut mereka langkah BPD tak searah dengan keinginan masyarakat desa kaputusang.

Pada 2017, Desa Kaputusang mendapat Alokasi Dana Desa sebesar Rp 245,299 juta dan DD Rp 770,094 juta. Anggaran tersebut telah direalisasikan untuk pemerintahan sebesar Rp 296,499 juta, pembangunan desa Rp 357,732 juta, pembinaan kemasyarakatan Rp 199,179 juta, dan pemberdayaan masyarakat Rp 161,992 juta.

Sementara Kades Julhaidi yang dikonfirmasi menuturkan, ketidakhadiran Ketua BPD dan Kaur Pemerintahan tak seharusnya menjadi alasan mandeknya pembangunan desa. “Walaupun mereka tidak berperan aktif, itu tidak menjadi masalah dalam pengelolaan pemerintahan desa,” tuturnya.

Julhaidi mengakui, BPD kerap mengambil langkah tanpa sepengetahuan dirinya. Misalnya saja Ketua BPD Damra Abdullah melakukan penagihan iuran air bersih ke warga sejak Januari 2017-2018 secara diam-diam. Uang hasil tagihan tidak pernah disetor ke kas desa. “Melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi. Sampai sekarang desa tidak tahu berapa jumlahnya,” ungkap kepala desa muda itu.

Sementara anggota BPD Sudirman Pesona melakukan tindakan  penagihan iuran PLTS tanpa ada perintah kepala desa. “Jadi mereka melakukannya secara sepihak, dan desa tidak pernah diberitahu besaran yang ditagih itu,” ujar Julhaidi.

Meski koordinasinya dengan BPD tidak sinergis, Julhaidi bertekad tak menjadikan itu alasan untuk mengabaikan kepentingan desa. Bagaimanapun juga, Kaputusang merupakan desa dengan beragam potensi. “Di desa kami ada tambang emas, hasil laut yang melimpah, dan destinasi wisata Pantai Bobo. Itu semua bisa menambah pendapatan desa,” tandasnya. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here