Temuan Pelanggaran Pengelolaan ADD di Halsel Membludak

86
291004
Kepala Inspektur Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan, Slamet AK

KantorBerita.id, Maluku Utara – Inspektorat Halmahera Selatan mengakui masih banyaknya kesalahan dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) di Halsel. Mulai dari kesalahan administrasi, hingga penyelewengan anggaran. Hal ini terungkap dari hasil temuan Inspektorat dari tahun ke tahun.

“Temuannya itu ada yang pembayarannya ke BPD kurang, ada juga pengurangan volume, bahkan ada pula yang programnya fiktif,” ungkap Kepala Inspektorat Slamet Ak, Kamis (08/02/2018).

Slamet menuturkan, Inspektorat sampai saat ini telah mengaudit pengelolaan ADD tahun 2016 di 150 desa. Itu berarti, masih ada 99 desa yang selesai diaudit. “Dan ini temuan masing-masing desanya macam-macam. Umumnya pembayaran ke pihak BPD tidak sesuai,” tuturnya.

Menurut Slamet, sejauh ini baru ada satu desa yang pengelolaan ADD-nya bermasalah hingga dibawa ke ranah hukum. Yakni Desa Amasing Kota, Kecamatan Bacan. “Itu sampai ke tahap penyidikan, anggota saya ikut di-BAP,” ujarnya.

Sesuai fungsi Inspektorat, selama ini temuan di lapangan selalu ditindaklanjuti dengan langkah penyelamatan aset daerah, yakni pengembalian kerugian ke kas desa.

“Karena itu dana hibah desa, jadi dikembalikan ke desa. Selama ini sudah ada beberapa desa yang mengembalikannya,” tandas Slamet. (iel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here