Terapkan UU ITE, Kejati Malut P19 Berkas Judi Togel

68
872773

KantorBerita.id, Maluku Utara – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, kembalikan (P19) berkas kasus judi togel online ke Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Malut, lantaran penerapan UU ITE tidak sesuai dengan pokok perkara.

Pengembalian berkas kasus jadi Togel online ke Krimsus Polda Malut, setelah JPU meneliti berkas perkara kemudian digelar perkara secara internal melalui Kasi Pidum Kejati Malut. “tindak pidana ada namun kasus ini diterapkan UU ITE, tidak ada bukti yang mendukung sehingga dalam gelar yang dilakukan secara internal melalui kasipidum bahwa untuk perkara tersebut lebih tetap menerapkan pasal 303 KUHP,” kata JPU yang juga Kasi Penkum Kejati Malut Apris R Ligua pada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (24/08/2017).

Apris mengaku, alasan P19 kasus judi togel online, karena UU ITE yang diterapkan dalam kasus tersebut agak sulit karena tersangka tidak membuat program judi atau aplikasi judi untuk mentransmisikan data secara online.

Apris menjelaskan, dalam ketentuan informasi dan transaksi elektronik yang dimaksudkan itu sebagaimana definisinya sesuatu konten yang dilihat oleh orang awam, atau orang yang memahami konten tersebut sudah mengetahui aplikasi ini judi. Sementara yang dilakukan tersangka, proses perjudian itu hanya menerima nomor-nomor kemudian dikirim pada bandar melalui jaringan sms atau via telpon. Sedangkan uang ditransfer melalui bank.

“Dalam petunjuk JPU atas kasus tersebut dapat diterapkan pasal 303 dan dalam berkas perkara sudah diuraikan pokok perkara, berdasarkan perbuatan tersangka. Sehingga jika paksakan diterapkan UU ITE akan kesulitan,” ujarnya

Sementara, Kabid Humas Polda Malut, AKBP Hendry Badar, saat di konfirmasi melalui telpon seluler mengaku, terkait dengan P19 berkas judi Togel online akan masih di koordinasikan dengan JPU. Sedangkan, tentang beberapa hal yang menyangkut Tehnis Penyidikan.

“Kasus ini masih dalam Penyidikan sehingga petunjuk JPU akan di koordinasikan kembali, karena ini terkait teknik Penyidikan,” singkatnya.

Sekedar di ketahui, tersangka Ahmat Januri diringkus anggota polisi sejak 04 Juni 2017 lalu, di kediamannya di lingkungan Gamayou, Kecamatan Kota Ternate Tengah.

Dalam penangkapan itu anggota berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa, uang tunai sejumlah Rp 50 Juta lebih, HP evercros, bukti setoran, bukti tranfers dan buku rekapan. tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 27 ayat 2 Jo pasal 45 undang-undang no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas uu no 11 tahun 2008 tentang ITE Jo pasal 303 KUHP ayat 1 ke 1 dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda 1 Miliar. (Heroe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here