Penasihat CDC AS Rekomendasikan Vaksin Novavax

KANTO RBERITA
Penduduk dewasa di Amerika Serikat yang belum mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 dapat mempertimbangkan penggunaan vaksin baru dari Novavax – jenis vaksin yang lebih tradisional, kata penasihat pemerintah berpengaruh pada Selasa (19/7). Panel penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dengan suara bulat merekomendasikan Novavax pada Selasa, meskipun keputusan terakhir akan diambil direktur badan tersebut. Sebagian besar warga Amerika telah menerima setidaknya dosis utama vaksin COVID-19 saat ini. Namun, pejabat CDC mengatakan, sekitar 26 juta hingga 37 juta penduduk dewasa Amerika belum menerima satu dosis pun. Kelompok populasi itulah yang akan menjadi sasaran pemberian Novavax untuk saat ini. Seluruh vaksin yang digunakan di Amerika melatih tubuh untuk memerangi virus corona dengan cara mengenali lapisan luarnya, spike protein, di mana tiga merek vaksin terdahulu pada dasarnya mengubah sel-sel dalam tubuh manusia menjadi pabrik vaksin sementara. Vaksin Pfizer dan Moderna membawa instruksi genetik bagi tubuh untuk membuat Salinan spike protein tersebut. Sementara vaksin Johnson & Johnson, yang lebih jarang digunakan, menggunakan virus flu untuk mengirimkan instruksi tersebut. Sebaliknya, vaksin Novavax justru menyuntikkan salinan spike protein yang dikembangkan di laboratorium dan dikemas ke dalam partikel nano, yang dikenali sistem kekebalan tubuh sebagai sebuah virus. Perbedaan lainnya terletak pada bahan baku yang disebut adjuvant, yang terbuat dari kulit sebuah pohon di Amerika Selatan, ditambahkan untuk membantu meningkatkan respons kekebalan tubuh. [rd/em]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Indef proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,5 persen

Wed Jul 20 , 2022
KANTO RBERITA Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bisa mencapai 5,5 persen secara year on year (yoy). Eko mengatakan pertumbuhan ini …