AS Sebut Bintang WNBA Ditahan Secara Tidak Benar di Rusia

KANTO RBERITA
Pemerintahan Biden, Selasa (3/5) mengatakan pemain bola basket profesional Amerika yang ditahan di Rusia atas tuduhan membawa alat vaping ganja ilegal di bagasinya, ditahan secara salah. Pernyataan itu bisa berarti AS mengambil pendekatan yang lebih agresif untuk membebaskan Brittney Griner, yang telah ditahan sejak ia ditangkap di bandara Moskow pada Februari. Sekarang kasusnya akan ditangani oleh Kantor Utusan Khusus Presiden untuk Urusan Penyanderaan, di Departemen Luar Negeri, yang merundingkan kasus-kasus pembebasan sandera. "Departemen Luar Negeri telah menetapkan bahwa Federasi Rusia secara tidak sah telah menahan warga negara AS Brittney Griner. Dengan ketetapan ini, Utusan Khusus Presiden untuk Urusan Penyanderaan Roger Carstens akan memimpin tim antar lembaga untuk membebaskan Brittney Griner," kata juru bicara Departemen Luar Negeri kepada kantor berita ESPN . Sebelum pengumuman hari ini, AS belum secara resmi mengatakan pemain WNBA itu ditahan secara tidak benar. "Brittney telah ditahan selama 75 hari dan kami berharap Gedung Putih melakukan apapun yang diperlukan untuk membawanya pulang," kata agen Griner, Lindsay Kagawa Colas. WNBA juga mengeluarkan pernyataan tentang kasus tersebut. "Saat kami memulai musim pertandingan 2022, kami menempatkan Brittney di jajaran terdepan lewat permainan bola basket dan di komunitas," kata komisaris WNBA Cathy Engelbert dalam sebuah pernyataan. "Kami terus berupaya membawa pulang Brittney dan menghargai dukungan yang telah ditunjukkan komunitas kepada BG dan keluarganya selama masa yang sangat sulit ini," tambah pernyataan itu. Tidak jelas apa yang membuat pemerintahan Biden mengubah pendiriannya dalam kasus ini, tetapi pemerintahannya mendapat tekanan dari anggota Kongres yang mendesak tindakan untuk membebaskan Griner. [my/lt]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Next Post

Rusia Luncurkan Lebih Banyak Serangan ke Pabrik Baja Mariupol

Tue May 3 , 2022
KANTO RBERITA Rusia memperbarui pengebomannya, Selasa (3/5) di Mariupol, kota pelabuhan selatan yang terkepung di Ukraina, di mana 200 warga sipil terperangkap di pabrik baja Azovstal meskipun PBB mengatakan bahwa 101 orang telah dievakuasi dengan aman dari lokasi tersebut. Kantor berita Rusia RIA melaporkan kementerian pertahanan Rusia mengatakan pasukannya menghancurkan […]